Terjebak Dangdut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Dunia seakan runtuh di depan mata Petris (Titi Kamal). Penyanyi pop rock asal Manado yang mulai naik daun itu mesti berurusan dengan polisi. Itu gara-gara kekasih kakaknya, Gerry (Vincent "Club 80's"), membawa barang haram di mobil Petris. Ia dan sang kakak yang juga manajernya, Yulia (Kinaryosih), ditangkap. Sedangkan Gerry berhasil melarikan diri. Tapi kemudian kakak-adik itu berhasil lolos setelah melalui aksi kejar-kejaran dengan polisi. Mereka lalu tersesat di perkampungan kumuh di sudut Ibu Kota. Untungnya, tak satu pun warga kampung yang mengenal Petris. Yulia lalu menawarkan Petris kepada Rizal (Dwi Sasono), pemilik organ tunggal Senandung Citayam, untuk menjadi penyanyi menggantikan Vety Manis Madu yang meminta berhenti. Petris pun berubah menjadi biduanita dangdut.Kehidupan berbalik 180 derajat bagi Petris. Anak bungsu yang judes, egois, dan manja ini harus menghadapi kenyataan bahwa dia dan sang kakak menjadi buron. Peristiwa itu bagian dari cerita film Mendadak Dangdut yang kini tengah diputar di bioskop Cineplex 21 di Indonesia.Tak perlu mengerutkan kening untuk menikmati film terbaru garapan sutradara Rudi Sudjarwo yang diproduksi SinemArt ini. Ini berbeda dengan film-film Rudi sebelumnya. Dalam Mendadak Dangdut, aroma hiburan cukup kental terasa. Balutan komedi dan drama cukup memanjakan penonton sepanjang 90 menit. Pesan-pesan moral juga disisipkan dalam film yang naskahnya ditulis Monty Tiwa itu, misalnya tentang nasib buruk pekerja wanita Indonesia di luar negeri. Tapi pesan-pesan itu terkadang masih terlihat menggurui. Dalam satu adegan, misalnya, Petris menangis sesenggukan melihat kondisi tetangganya yang babak-belur saat pulang dari luar negeri sebagai tenaga kerja wanita, padahal dia hanya melihat sebentar. Chemistry yang dicoba dibangun kurang cukup untuk menimbulkan keharuan. Ada pula lirik lagu Nasib Pembantu yang terang-terangan menyelipkan isi peraturan mengenai tenaga kerja. Memang selama ini Rudi dikenal dengan film sarat pesan moral. Film Sembilan Naga, misalnya, yang pekat dengan kemuraman pun banyak mengungkapkan kisah kehidupan manusia Indonesia saat ini. Permainan Titi Kamal cukup cemerlang dalam film ini. Artis yang biasa muncul di layar kaca ini menampilkan akting dan ekspresi total sebagai bintang rock yang harus "turun gunung" menjadi penyanyi dangdut. Permainan pendatang baru, Dwi Sasono, juga mampu mencuri perhatian. Aktingnya yang polos dan natural mampu menghidupkan karakter Rizal yang ambisius tapi naif. Kelemahan film ini mungkin pada pengambilan gambar yang terasa seperti sinetron. Selain itu, ceritanya pun kadang terasa tak logis. Bagaimana mungkin di antara warga kampung sepadat itu tak ada yang mengenal artis seperti Petris. Padahal tayangan televisi, seperti infotainment, yang kerap menampilkan artis dengan berbagai masalahnya, sudah merasuk ke sudut-sudut negeri. l SITA PLANASARI A

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.