Cerita Rey Utami Soal Pablo yang Punya Bisnis di Thailand

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rey Utami dan suaminya, Pablo Putera Benua. instagram.com

    Rey Utami dan suaminya, Pablo Putera Benua. instagram.com

    Seiring popularitas yang menanjak, kehidupan pribadi Rey Utami dan suaminya, Pablo Putera Benua, terus disorot publik. Tak selalu menyenangkan, Rey Utami mengaku mulai diusik oleh isu-isu negatif menyangkut kehidupan suaminya.

    Salah satunya isu yang menyebutkan Pablo preman di kota asalnya, Medan, Sumatera Utara. "Ada beberapa yang bertanya. Saya minta sumbernya mana. Jangan asal ngomong. Tapi enggak ada buktinya," ujar Rey di Studio Global TV, Jakarta Barat, Selasa, 25 Oktober 2016.

    Baca: Alasan Ini Bikin Pablo Yakin Rey Utami Bukan Cewek 'Matre'

    Pablo yang dalam kesempatan itu menemani Rey Utami juga mengungkapkan kekesalannya. Yang awalnya diam, Pablo merasa perlu untuk angkat bicara. "Sebenarnya terserah orang mau ngomong apa. Cuma karena ini udah terlalu viral, saya rasa perlu meluruskan," ucap Pablo.

    "Saya dibilang preman. Definisi preman perlu digarisbawahi. Kalau bahasa Inggris, preman itu kan free man, orang bebas, tidak di dalam pemerintahan. Kalau konteksnya itu, saya benarkan. Tapi kalau dibilang karena kasus ini-itu, saya bantah. Itu enggak benar," kata Pablo.

    Baca: Terungkap, Suami Rey Utami Ternyata Pernah Jadi Sopir Angkot

    Kabar miring tersebut, menurut Pablo, sangat mengganggu kehidupan pribadinya. Banyak orang yang takut. Termasuk para rekan bisnis. "Orang memandang saya tuh gimana, ya. Orang jadi menjaga jarak sama saya. Siapa sih orang mau bisnis sama preman? Jadi, ya terganggu banget.”


    TABLOIDBINTANG.COM

    Baca Juga
    Komite Munir: Ada Rekaman Pejabat BIN yang Disembunyikan
    Dijadikan Tersangka Korupsi, Dahlan Akan Ajukan Praperadilan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.