Cerita Rey Utami Soal Pablo yang Punya Bisnis di Thailand

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rey Utami dan suaminya, Pablo Putera Benua. instagram.com

    Rey Utami dan suaminya, Pablo Putera Benua. instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pablo Putera Benua berdarah Tionghoa Medan. Pablo memiliki banyak unit bisnis. “Dia memiliki perusahaan leasing, Inti Benua Indonesia," kata presenter olahraga, Rey Utami, kepada Tabloidbintang.com.

    Menurut Rey Utami, perusahaan suaminya itu sudah ada di mana-mana di seluruh Indonesia. Dia juga memiliki bisnis properti dan restoran di Thailand. "Makanya kami sering bolak-balik Jakarta-Thailand."

    Baca: Rey Utami: Kalau Pablo Selingkuh, Semua Hartanya Milik Saya

    Pablo sempat membuka sedikit tentang dirinya. Dia mengaku berbisnis dari nol. Dia bukan berasal dari keluarga kaya raya yang memiliki kerajaan bisnis hingga ia tinggal meneruskan bisnis saja.

    "Saya benar-benar memulai dari nol. Saya pernah berjualan di pasar. Pernah pula menjaga toko orang. Jadi sopir juga pernah," ujar Pablo Putera Banua, menambahkan.

    Kesempatan dan keberuntungan, yang menurut Pablo, membawanya pada kesuksesan. "Jadi kalau berita-berita di luar bilang suami saya macam-macam, saya enggak percaya. Saya percaya suami saya," ujar Rey Utami.

    Baca: Alasan Ini Bikin Pablo Yakin Rey Utami Bukan Cewek 'Matre'

    Sebelumnya, para wanita dibuat takjub oleh kisah cinta presenter olahraga Rey Utami. Wanita 29 tahun ini mengklaim berkenalan dengan pengusaha Pablo Putera Benua lewat aplikasi jodoh Tinder.

    Perkenalan tersebut, menurut Rey Utami, kemudian berlanjut dengan tatap muka. Sehari setelah bertemu untuk kali pertama, Rey Utami pun dihadiahi Pablo Putera Benua mobil Honda H-RV.

    Baca Juga
    Komite Munir: Ada Rekaman Pejabat BIN yang Disembunyikan
    Dijadikan Tersangka Korupsi, Dahlan Akan Ajukan Praperadilan

    Selanjutnya: Isu menyebutkan Pablo preman...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.