Begini Semangat Marcela Zalianty Pimpin PARFI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Marcela zalianty

    Marcela zalianty

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada harapan dan semangat yang diusung Marcela Zalianty. Wanita kelahiran Jakarta, 7 Maret 1980 ini memimpin persatuan artis film Indonesia (PARFI), organisasi yang membawahi industri dan insan perfilman di Tanah Air.

    Marcela menggantikan Gatot Brajamusti yang kini terjerat kasus narkoba. Tidak tanggung-tanggung melalui komandonya, kakak kandung Olivia Zalianty menyertakan sederet bintang muda dan cantik dalam kepengurusannya.

    "Yang saya lakukan adalah bagian dari reformasi, transformasi dan perbaikan. Saya melakukan pembenahan organisasi ini dengan memberikan kesempatan dan mengajak serta artis yang muda berperan lebih besar yang memang sudah sangat dikenal publik," kata artis yang karirnya meroket sejak membintangi sinetron Sephia ini.

    Dia tak ambil pusing dengan komentar organisasi yang dipimpinnya kini bertaburan bintang cantik dan muda. "Hal ini selain merupakan kebutuhan organisasi juga strategi supaya  organisasi ini bisa mengembalikan citra-nya. Tidak ada yang salah dengan cantik, bisa bekerja profesional untuk lebih progresif dan dinamis," kata  dia.  

    Nyonya Ananda Mikola ini menegaskan, "Sebetulnya sih bukan karena faktor fisik, tapi lebih pada kesediaan untuk berjuang, berbuat untuk banyak orang dan profesinya," kata Marcela yang menyebutkan soal berdedikasi, berkomitmen dan menjunjung kualitas dan kapabilitas di organisasinya sangat penting.

    "Kami bahkan bikin tes narkoba untuk memastikan pengurus organisasi bersih dari penggunaan zat adiktif," ujar dia.

    Ibu dua anak ini melihat mulai ada titik terang, industri perfilman Indonesia mulai kembali bergeliat. “Banyak hasil karya sineas muda kita yang berkualitas, sayang masih ada banyak hambatan, antara lain ekosistem film kita yang masih belum lengkap dan berjalan optimal dari hulu ke hilir.”

    Persoalan lain tentang infrastruktur akses menonton film, jumlah layar yang masih terbatas dan masih terlokalisir di tingkat propinsi atau kota besar, kemudian masalah pendidikan atau sekolah film yang masih sangat kurang. “Soal regulasi juga masih perlu diperbaiki,” kata Marcela.

    HADRANI P.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.