Pernah Sukses, Film 'Jomblo' Bakal Dibikin Ulang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Poster film Jomblo. wikipedia.org

    Poster film Jomblo. wikipedia.org

    TEMPO.COJakarta - Kabar gembira bagi Anda penggemar film Jomblo. Film besutan Hanung Bramantyo pada 2006 ini akan dibuat ulang oleh rumah produksi Falcon Pictures.

    Info awal pembuatan ulang film Jomblo tersebut disampaikan pengarang novel Jomblo, Adhitya Mulya, lewat akun Twitter resminya, @adhityamulya. "It's now also official, we are remaking #jomblo Producer dan @FalconPictures dan @hanungbramantyo AM SO EXCITED!!! WOHOOOOOOO!!!!,” cuitnya.

    Produser Falcon Pictures, Frederica, membenarkan kabar tersebut. Menurut dia, alasan pihaknya ingin me-remake film yang diangkat dari novel karya Adhitya ini adalah Jomblo pernah memenangi beberapa kategori dalam Piala Citra.

    "Kami akan bekerja keras untuk membuat film ini bisa kembali sukses. Kami mohon dukungan dan doanya kepada pencinta film Indonesia agar prosesnya bisa berjalan lancar,” ujar Frederica dalam keterangan tertulis, Selasa, 25 Oktober 2016.

    Film Jomblo bercerita tentang empat sahabat yang bernama Agus, Doni, Bimo, dan Olip, yang mencari makna cinta kala mereka ada di bangku kuliah. Hubungan persahabatan mereka mengalami guncangan kala kehidupan satu per satu dari mereka kedatangan tamu perempuan.

    Pada 2006, film ini dibintangi Christian Sugiono, Ringgo Agus Rahman, Dennis Adhiswara, dan Rizky Hanggono. Tapi, untuk saat ini, belum diketahui siapa aktor-aktor yang akan bermain. "Untuk saat ini, saya belum bisa bicara banyak. Karena masih dalam proses semua," ucapnya.

    Falcon Pictures  sebelumnya sukses membuat film Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1 hingga ditonton 6,8 juta orang.

    AHMAD FAIZ


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.