Ditahan Polisi, Shailene Woodley Merasa Tidak Bersalah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktris Shailene Woodley mengenakan headphone saat menghadiri promosi film terbarunya, ''Snowden'' dalam Festival Film San Sebastian ke-64 di Spain, 22 September 2016. REUTERS

    Aktris Shailene Woodley mengenakan headphone saat menghadiri promosi film terbarunya, ''Snowden'' dalam Festival Film San Sebastian ke-64 di Spain, 22 September 2016. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktris Shailene Woodley mengaku tak bersalah setelah ditahan bersama 27 penduduk karena memprotes pembangunan pipa "Dakota Access". Bintang film "The Divergent" series berusia 24 tahun itu tak terlihat dalam persidangan di pengadilan wilayah Distrik Morton County, Dakota Utara.

    Berdasarkan dokumen pengadilan, pengacara Woodley membela kliennya yang dituduh memasuki properti perusahaan tanpa izin dan memicu kerusuhan. Peristiwa ini terjadi dalam sebuah unjuk rasa di kawasan pembangunan pipa Dakota Access sepanjang dua mil (3,2 kilometer) dari selatan Kota St. Anthony, pada 10 Oktober 2016. Woodley menyiarkan langsung unjuk rasa itu lewat Facebook. Dalam tayangan itu terlihat juga bagaimana dia ditangkap polisi.

    Woodley menarasikan proses penahanannya saat ia hendak menuju ke mobilnya. "Mereka menarik jaket saya dan mengatakan saya tak dapat lanjut, saat itu mereka memiliki senjata besar, tongkat, dan mereka tak juga melepas cengkramannya".

    Baca: Ikut Unjuk Rasa, Shailene Woodley Masuk Penjara

    Polisi berdalih Woodley merupakan orang terakhir yang ditangkap dan ditahan setelah meninggalkan kawasan pembangunan. Woodley tak hanya dikenal sebagai aktris, tetapi ia adalah pegiat lingkungan, anggota "Standing Rock Sioux Tribe" Dakota Utara. Kelompok yang memprotes proyek senilai 3,7 milyar dolar AS tersebut.

    Pipa sepanjang 1.100 mil (1.770 km) akan dibangun oleh kelompok perusahaan yang dipimpin Energy Partners LP. Pipa itu akan menjadi alat pertama yang menyalurkan bahan minyak mentah "Bakken" dari Dakota Utara ke pusat pengolahan di Gulf Coast AS.

    Kontraktor pipa Dakota Access berencana memulai pembangunan pada kuartal IV tahun ini. Namun aksi unjuk rasa terus menghambat proses tersebut.

    Penyelamat lingkungan meyakini pembangunan saluran akan mencemari tanah akibat kebocoran minyak hingga dikhawatirkan merusak kawasan yang memiliki nilai sejarah dan budaya tersebut.

    Namun para pendukungnya berdalih pipa akan menjadi jalur efektif dan termurah untuk menyalurkan bahan minyak mentah ke Gulf Coast AS daripada menggunakan jalan darat atau kereta.

    Satu hari setelahnya, sejumlah pengunjuk rasa ditahan karena mencoba menghentikan aliran minyak mentah dalam pipa dari Kanada ke AS.

    Woodley dikenal atas perannya dalam film "Snowden" yang diluncurkan bulan lalu. Ia memerankan Lindsay Mills, pacar mantan pegawai Badan Keamanan Nasional AS (NSA) Edward Snowden yang membocorkan rahasia program pengawasan pemerintah.

    Snowden menerima suaka dari Rusia setelah melarikan diri dari AS pada 2013.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.