Reza Artamevia Kembali Dipanggil Polda NTB, Ada Apa?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi Reza Artamevia menuju ruang pemeriksaan setibanya di Resmob Polda Metro Jaya, Jakarta, 14 September 2016. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    Penyanyi Reza Artamevia menuju ruang pemeriksaan setibanya di Resmob Polda Metro Jaya, Jakarta, 14 September 2016. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Reza Artamevia didampingi pengacaranya, Muhammad Kamil, pada Rabu 19 Oktober 2016 datang memenuhi panggilan penyidik Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat. Panggilan tersebut terkait dengan kasus penyalahgunaan narkoba yang juga menjerat bekas guru spiritualnya, Gatot Brajamusti, dan istrinya, Dewi Aminah.

    Reza bersama pengacaranya datang ke ruang penyidik Subdit I Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda NTB sekitar pukul 14.00 WITA. "Ini hanya pemeriksaan tambahan saja, sesuai dengan apa yang diminta oleh jaksa," kata Kasubdit I Direktorat Reserse Narkoba Polda NTB AKBP Cheppy Ahmad Hidayat.

    Cheppy memastikan tim penyidik telah mendapatkan keterangan dari Reza yang menyebutkan bahwa aspat yang diduga mengandung zat metampetamin tersebut diperoleh langsung dari Gatot Brajamusti.

    Sementara itu, Reza yang ditemui usai menjalani pemeriksaan menegaskan bahwa ia sepenuhnya tidak tahu apabila aspat yang diberikan mantan Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) itu mengandung zat metampetamin. "Saya tahunya aspat, bukan sabu. Seperti yang saya sudah jelaskan, saya benar-benar tidak tahu kalau aspat itu sabu," kata Reza.

    Selain itu, Reza juga membantah dirinya disebut sebagai seorang pecandu. Ia mengaku hanya pernah mengonsumsi aspat selama mengikuti ritual di padepokan Gatot Brajamusti. "Hanya di situ saja, saat masih di padepokan sama aa (Gatot Brajamusti)," ujarnya.

    Sebelumnya, jaksa peneliti dari Kejati NTB meminta tim penyidik kepolisian untuk melakukan pemeriksaan tambahan kepada enam orang yang diamankan bersama Gatot Brajamusti dan Dewi Aminah di Hotel Golden Tulips, Kota Mataram, pada akhir Agustus lalu, salah satunya Reza Artamevia.

    Petunjuk itu diminta oleh jaksa untuk mempertegas peran dari Gatot Brajamusti dan Dewi Aminah yang disangkakan terhadap Pasal 114 Undang-Undang 35/2009 tentang Narkotika.

    "Kita ingin mempertegas sejauh mana peran kedua tersangka terhadap pasal yang menduga mereka sebagai pengedar, itu saja," kata Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Umum Lainnya (TPUL) Kejati NTB Ginung Pratidina.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.