'Fukushima, Mon Amour', Film Pembuka German Cinema 2016  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu film dalam acara German Cinema 2016 di Goethe Institut. goethe.de

    Salah satu film dalam acara German Cinema 2016 di Goethe Institut. goethe.de

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah karya sutradara Doris Dorrie, Fukushima, mon Amour, akan membuka pekan film Jerman—German Cinema 2016. Acara ini akan digelar selama 14-23 Oktober 2016.

    Film ini bercerita tentang seorang perempuan yang menjalin persahabatan khusus dengan seorang Geisha dan mencari tujuan baru di kehidupannya. 

    Film ini dipilih karena menjadi pemenang di BAFTA 2016 untuk kategori Panorama, nominasi di German Film Award 2016, dan penghargaan untuk aktor terbaik di Festival Film Internasional Odessa. Selain itu, film ini juga dipilih karena perspektif untuk pemberdayaan perempuan. 

    "Menarik ditonton karena meraih beberapa penghargaan di berbagai festival," ujar juru bicara Goethe Institut Indonesia, Ulrike Klose, di sela pemutaran awal film German Cinema di Goethe Institut, Senin, 10 Oktober 2016.

    Anna Maria Strauss, Kepala Bagian Program Budaya Goethe Institut di Indonesia, mengatakan German Cinema kelima kali ini telah menjadi bagian penting acara festival film di Indonesia. Film yang disajikan merupakan film yang memberikan wawasan terhadap sinema Jerman. "Film-film baru yang berkualitas dari sutradara ternama di Jerman," ujar Strauss.

    Dalam program German Cinema kali ini akan diputar 16 film dari berbagai genre. Pemutaran akan berlangsung di Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Denpasar, dan Makassar. 

    Di Jakarta, pemutaran film akan berlangsung di Goethehaus, Menteng. Sedangkan di Yogyakarta diputar di Empire XXI, di Bandung di Ciwalk XXI, Makassar di Panakkukang XXI, Surabaya di Sutos XXI, dan Denpasar di Galeria XXI. Seluruh pemutaran film ini gratis. 

    DIAN YULIASTUTI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.