Mengaku Lihat Gerbang Gaib, Agni: Kenapa Saya yang Diincar?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Agni Pratistha Arkadewi. TEMPO/Ayu Ambong

    Agni Pratistha Arkadewi. TEMPO/Ayu Ambong

    TEMPO.CO, Jakarta - Nyaris satu setengah tahun tanpa berita dari dunia selebritas, Putri Indonesia 2006, Agni Pratistha Arkadewi, muncul dengan kabar mengejutkan. Perempuan 28 tahun ini tiba-tiba muncul membawa kisah tentang pengalamannya melihat pintu gerbang gaib di Laut Selatan, Yogyakarta.

    Menurut Agni, kisah mistik Agni dimulai kala ia memutuskan kembali terjun ke dunia akting setelah satu setengah tahun vakum. Terakhir, ia tampil di sebuah film sebelum dinikahi Ryan Anthony Monoarfa. Sayang, film tersebut sampai sekarang belum tayang. Kabarnya, ada kendala dalam pendanaan.

    Salah satu yang membuat Agni masih teringat dengan pengalamannya itu adalah ketika muncul suara-suara gaib saat dia menjalani syuting film berjudul Pinky Promise. Dalam film itu, Agni diarahkan Guntur Soeharjanto, sutradara 99 Cahaya di Langit Eropa.

    Proses pengambilan gambar dilakukan di Jakarta dan Pantai Parangtritis, Yogyakarta. Syuting di pesisir laut itulah yang nyaris mencelakakan Agni. “Syuting di Jakarta 20 hari, di Yogyakarta tiga hari. Saya sangat sensitif untuk hal-hal begituan (gaib-red),” ujar Agni.

    Meski suara gaib raib, tanda tanya di benak Agni tidak menghilang begitu saja. Masih ada tanya satu mengambang di benaknya. Dari sekian banyak pemain dan kru di lokasi syuting mengapa hanya ia yang diincar? Agni kemudian bercerita lebih detail kepada ibunya.

    Ibunya, Trees Kusumawardani, pun menasihati anaknya itu. “Agni, kamu jangan pernah tidur sendiri. Kalau tidur sendiri, kamu akan mendengar panggilan gaib seolah dari sahabat untuk turun ke laut,” ucap Agni Pratistha Arkadewi menirukan pesan ibunya.

    “Ibu saya lahir di Yogyakarta. Ada salah satu fase dalam kehidupan beliau yang diduga kuat menjadi penyebab. Ia membuat perjanjian dengan ritual kejawen dengan pihak Laut Selatan. Di tengah jalan, ada satu perjanjian yang tidak terpenuhi dan itu berdampak pada saya," ucap Agni.

    Jadi, kapan pun dia ke Yogyakarta pasti terkena gangguan. "Entah tubuh saya memberat. Entah saya merasa tiba-tiba sekeliling gelap. Dalam kondisi tertekan, saya sempat berpikir saya ini tumbal,” kata Agni, yang kini hanya mengandalkan doa dan pertolongan Sang Maha Kuasa.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.