PM Toh Hibur Penghuni Rutan Pondok Bambu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PM Toh. TEMPO/Nurdiansah

    PM Toh. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.COJakarta - Seniman pertunjukan Agus Nur Alam atau dikenal sebagai PM Toh menghibur warga penghuni Rumah Tahanan (Rutan) Wanita Pondok Bambu, Jakarta Timur. Hiburan ini meramaikan acara Layanan Kunjungan Keluarga bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), dalam peringatan Hari Dharma Karyadhika 2016.

    Acara bertema "Sehari Bersama Mereka" ini juga digelar di semua lembaga pemasyarakatan, rumah tahanan, dan lembaga pembinaan khusus anak. Mengacu pada tema inilah, PM Toh mengambil cerita tentang seorang anak bersama temannya yang ditinggalkan ibunya. Mereka kemudian bertemu di kemudian hari dalam suasana bahagia.

    PM Toh membawakan cerita dengan gaya mendongeng yang kocak dan khas. Dia menggunakan barang-barang sederhana, seperti caping, mainan anak-anak, bahkan plastik kresek, untuk diperagakan dalam ceritanya.  

    PM Toh bercerita di depan ratusan tahanan dan keluarganya yang sedang berkunjung. Belasan anak-anak terlihat tertawa mendengar cerita PM Toh yang kocak. Selain PM Toh, para tahanan dihibur duo musikus bernama Tetangga Gesang. Mereka bernyanyi dengan iringan ukulele dan radio Keong yang digarap Venti Wijayanti dan dua tahanan rutan.  

    Kepala Rutan Pondok Bambu Ika Yusanti mengatakan acara ini baru pertama kali diselenggarakan di Rutan Pondok Bambu. Acara ini disambut gembira para penghuni rumah tahanan. “Acara ini tentu saja menghibur mereka, memberikan kebahagiaan berkumpul bersama keluarga. Dan acara seninya pun bisa menginspirasi kami,” ucapnya.

    Para penghuni rutan dikumpulkan di aula dan lapangan yang dilengkapi tenda besar. Mereka terlihat bercengkerama dan berbincang dengan keluarga yang datang. Tampak, di antara para penghuni rutan, tahanan kasus suap dari Partai Demokrat, Angelina Sondakh, dan tersangka kasus kopi bersianida, Jessica Kumala Wongso.

    Saat ini tak kurang dari 20 tahanan di Rutan Pondok Bambu juga sedang berkolaborasi dan melakukan kolaborasi bersama tujuh seniman perempuan dari Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta di bawah program dari Dewan Kesenian Jakarta, bekerja sama dengan Rutan Pondok Bambu. Radio Keong adalah salah satu program yang sedang digarap. 

    Selain radio, mereka tengah menyelesaikan proses karya seni kolaborasi lain, yakni cetak cap kaki, mural, musik, dan teater. Rencananya, Selasa dan Rabu pekan depan, mereka akan mulai menuangkan karya di media masing-masing dan pada November mendatang akan dipamerkan di Galeri Cipta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

    DIAN YULIASTUTI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.