Ditanya Wartawan Soal Ini, Wajah Reza Memerah, Lalu..  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi Reza Artamevia menuju ruang pemeriksaan setibanya di Resmob Polda Metro Jaya, Jakarta, 14 September 2016. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    Penyanyi Reza Artamevia menuju ruang pemeriksaan setibanya di Resmob Polda Metro Jaya, Jakarta, 14 September 2016. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah sempat sangat dekat selama bertahun-tahun  dengan Gatot Brajamusti, Reza Artamevia akhirnya membuat garis pemisah yang jelas.

    Tidak hanya renggang. Reza Artamevia juga resmi melaporkan Gatot Brajamusti ke Polda Metro Jaya  Jum'at 7 Oktober dengan tuduhan penipuan.

    Reza Artamevia merasa ditipu oleh Gatot Brajamusti karena aspat yang dulu dianggapnya sebagai barang penambah stamina ternyata narkoba jenis sabu.

    Setelah berbincang cukup santai dan enjoy dengan awak media, salah satu wartawan bertanya soal pesta seks di padepokan Gatot Brajamusti. Dan hal ini sudah diakui oleh Gatot Brajamusti kepada penyidik.

    "Soal pesta seks kenapa enggak dilaporin?" tanya salah satu wartawan seperti dikutip dari Tabloidbintang.com.

    Mendapat pertanyaan itu, wajah Reza Artamevia yang awalnya terlihat ceria dalam memberikan keterangan seketika berubah menjadi merah padam. Reza Artamevia sepertinya tidak suka dengan pertanyaan itu.

    "Sudah ya, sudah ya, terima kasih," kata Reza Artamevia sambil berjalan ke arah mobil.

    Awak media tetap mencecar Reza Artamevia dengan sejumlah pertanyaan. Namun pelantun Aku Wanita tetap tak mau berkomentar lebih lanjut.

    "Permisi ya," ucap Reza Artamevia minta dibukakan jalan.

    TABLOIDBINTANG.COM


    Baca juga:
    Survei:  Ahok Disokong Segmen Mapan, Anies & Agus?
    Survei Populi: Elektabilitas Ahok 45,5 Persen, Tidak Anjlok


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.