Film Besutan Hanung Akan Syuting di Yogyakarta dan Budapest  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Film Surga (Yang) Tak Dirindukan2 by TABLOIDBINTANG.COM

    Film Surga (Yang) Tak Dirindukan2 by TABLOIDBINTANG.COM

    TEMPO.CO, Jakarta - MD Pictures mulai menggarap film Surga yang (Tak) Dirindukan 2. Film arahan sutradara Hanung Bramantyo ini masih menjadikan Kota Yogyakarta sebagai lokasi syuting. Selain menjaga kontinuitas dari SYTD 1, memang banyak tempat menarik yang bisa dijadikan latar di kota gudeg tersebut, di antaranya Pantai Parangtritis dan Masjid Kota Gede. Bahkan Bandara Adi Sucipto pun masuk daftar lokasi yang dipilih Hanung untuk syuting. Syuting film ini telah dimulai sejak 15 September 2016. Proses syuting di Yogyakarta menghabiskan waktu sekitar lima hari.

    Penggarapan lanjutan kisah cinta segitiga antara Pras, yang diperankan Fedi Nuril, Arini (Laudya Cynthia Bella), dan Meirose (Raline Shah) ini sudah rampung 30 persen. Saat ditemui di lokasi syuting, Fedi menceritakan bagaimana SYTD 2 ini bakal lebih seru, yang mampu membuatnya jadi penasaran sendiri. "Waktu baca skenarionya, aku kaget, alur ceritanya bisa dibuat begini. Banyak hal yang tak bisa ditebak. Pokoknya so unpredictable deh! " kata Fedi.

    Proses syuting berlanjut di beberapa lokasi di Jakarta, kemudian berlanjut ke Budapest, Hungaria, mulai awal Oktober 2016. Mengapa Budapest? "Ini film besar, yang harus digarap dengan serius. Jadi, ketika isi ceritanya menuntut lokasi syuting di Budapest, ya saya tidak mau tanggung-tanggung, harus syuting di sana. Terlebih di Budapest banyak lokasi yang dapat mendukung kelangsungan dan keindahan dari cerita SYTD 2. Tunggu tanggal mainnya deh, bulan Desember mendatang. Banyak kejutan di SYTD 2!" kata Manoj Punjabi selaku produser MD Pictures.

    TABLOIDBINTANG.COM



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.