Ben Stiller Mengaku Menderita Kanker Prostat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ben Stiller dan istrinya Christine Taylor,  saat menghadiri Metropolitan Museum of Art Costume Institute Gala (Met Gala) pada pembukaan

    Ben Stiller dan istrinya Christine Taylor, saat menghadiri Metropolitan Museum of Art Costume Institute Gala (Met Gala) pada pembukaan "Manus x Machina: Fashion in an Age of Technology" di Manhattan, New York, 3 Mei 2016. REUTERS/Lucas Jackson

    TEMPO.CO, New York - Aktor Ben Stiller membuat sebuah pengakuan untuk pertama kalinya di hadapan publik bahwa dia menderita kanker prostat. Bintang film Zoolander 2 itu mengaku didiagnosis menderita kanker prostat dengan tingkat keagresifan sedang pada dua tahun lalu.

    "Ini menjadi masa kelam bagi saya," kata Stiller, seperti dilansir E!Online, Selasa, 4 Oktober 2016.

    Stiller, 50 tahun, mengaku takut akan apa yang terjadi di masa mendatang pada awal didiagnosis menderita kanker. Menurut dia, hidup terasa berhenti saat mengetahuinya. Padahal, ucap dia, keluarganya tidak memiliki riwayat kanker prostat. "Ayah saya tidak memilikinya," ujar Stiller dalam sebuah wawancara radio di Amerika Serikat.

    Menurut Stiller, penyakitnya itu dapat terdeteksi oleh dokternya, Bernard Kruger, setelah melakukan pemeriksaan tes prostate-specific antigen (PSA). Tes tersebut meneliti jumlah PSA dalam darah yang diproduksi jaringan kanker dan non-kanker dalam prostat.

    Ketika menjalani tes pertama, hasil diagnosis menyebutkan kadar PSA dalam tubuhnya tinggi, tapi tidak mengkhawatirkan. Meski begitu, dokternya kemudian memintanya melakukan tes kedua pada enam bulan berikutnya. "Setelah kedua kalinya, saya mulai sedikit khawatir," ujarnya.

    Sebelum dokter menegaskan dia menderita kanker prostat, Stiller menjalani serangkaian tes, seperti MRI dan biopsi. Dia juga mempelajari penyakitnya itu dari Internet dan menghubungi rekannya, Robert De Niro, yang pernah mengalami kejadian serupa.

    Setelah menjalani operasi, Stiller dianjurkan mengambil tes PSA setiap enam bulan. "Untuk memastikan aku telah bersih," tuturnya.

    Saat ditanya alasannya baru mengungkapkan ke publik, Stiller mengatakan tes PSA seakan menyelamatkan hidupnya. Sebab, tes PSA sebagai alat pemindai kanker prostat bersifat kontroversial. US Preventive Service Task Force kini tidak merekomendasikan tes tersebut.

    "Ini adalah kanker kedua yang paling mematikan. Tapi juga salah satu yang bisa tertangani jika terdeteksi dini," kata Stiller.

    E!ONLINE | FRISKI RIANA



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?