Album Lawas Iwan Fals Diburu di Festival Kaset Bandung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung mengamati aneka kaset bekas yang tersedia dalam acara peringatan Hari kaset Internasional (Cassette Store Day) yang berlangsung di Saffron Bistro, Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (7/9). Acara ini diselenggarakan untuk menjawab kerinduan masyarakat terhadap masa keemasan kaset yang telah tergantikan oleh format digital seperti CD dan iPod. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Pengunjung mengamati aneka kaset bekas yang tersedia dalam acara peringatan Hari kaset Internasional (Cassette Store Day) yang berlangsung di Saffron Bistro, Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (7/9). Acara ini diselenggarakan untuk menjawab kerinduan masyarakat terhadap masa keemasan kaset yang telah tergantikan oleh format digital seperti CD dan iPod. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Bandung - Para kolektor dan pelapak kaset bekas berkumpul di Festival Kaset Bandung di gedung Yayasan Pusat Kebudayaan (YPK), di Jalan Naripan, Bandung, 1-2 Oktober 2016. Selain bertransaksi dan barter kaset, mereka berdiskusi tentang musik dan berbagi cerita tentang album musik berformat kaset.

    “Kaset di festival ini ada sekitar 10 ribu kopi,” kata ketua panitia acara Didin Krisnaedy Purwanda Supartawidjaja alias Dinan, Ahad, 2 Oktober 2016.

    Total peserta festival berjumlah 31 orang dan kelompok. Sebagian di antaranya para kolektor yang memajang album kaset miliknya di kotak akrilik bening atau meja kayu berkaca. Belasan lainnya para penjual kaset bekas dari empat lokasi di Bandung, yakni dari Jalan Dewi Sartika, Cihapit, Cikapundung, dan Balubur. Selebihnya para pedagang aksesori seperti badge dan kaus grup musik, serta patung figur seperti The Beatles, dan tape pemutar kaset, juga vinyl atau piringan hitam.

    Menurut Dinan, bursa kaset yang pertama dihelat ini terkait dengan peringatan Hari Radio Nasional pada 11 September dan Cassette Store Day pada 8 Oktober. Idenya sendiri sejak 2013, tapi baru sekarang bisa terwujud. “Tantangannya karena mereka harus memindahkan isi toko atau lapaknya ke acara ini,” ujarnya kepada Tempo.

    Seorang penjual yang juga kolektor kaset, Babeh Kosim, misalnya, mengangkut 2.500 album kaset. Jenis musiknya sangat beragam, mulai dari lagu tradisional Cianjuran sampai musik metal. Beberapa pembeli menanyakan album lawas musikus Iwan Fals. “Saya ada tapi ditahan, album itu lagi jadi buruan kolektor,” ujarnya.

    Dari pantauan Tempo, album-album pop Indonesia sampai musik progressive rock pun tersedia. Para penggemar kaset dan kolektor sejak festival itu dibuka, berdatangan sejak pagi. Festival berlangsung hingga pukul 21.00 WIB. Album kaset yang dicarinya sesuai kesukaan. “Seperti album The Cure, Placebo, harganya kisaran Rp 15-25 ribu,” kata seorang pengunjung festival, Idhar Resmadi.

    Animo pengunjung yang cukup tinggi, kata Dinan, salah satunya sejalan dengan kecenderungan anak-anak muda Bandung sekarang yang berburu kaset grup musik beraliran metal. Mereka ingin mendengarkan karya-karya lama yang sulit mereka dapatkan karena albumnya berformat kaset. Beberapa album yang dicari menurut beberapa pedagang, seperti Metallica, Sodom, dan Kreator.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Benarkah Ada Jam Makan Yang Bikin Gemuk?

    Banyak cara untuk membuat berat badan menjadi ideal, contohnya waktu makan. Namun makan di jam yang salah bisa bikin gemuk.