Zuleyka Rivera Mendoza, Miss Universe 2006

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Tepat empat puluh menit setelah nama Zuleyka Rivera Mendoza, 18 tahun, dinobatkan sebagai Miss Universe 2006 di Shrine Auditorium nan megah--letaknya tak jauh dari Los Angeles--sebuah kegaduhan terjadi. Zuleyka, asal Puerto Rico yang mewakili Distrik Salinas, jatuh pingsan di pelukan salah seorang panitia kontes saat mahkota nangkring di kepalanya.Panitia kontes kontan kelabakan. Sejumlah pihak menuduh Zuleyka mengidap kelainan pola makan. Ada juga yang menuding penyelenggara telah menelantarkan peserta kontes dalam urusan konsumsi. Maklum saja, semua kontestan yang bertubuh ideal itu pasti tak boleh sembarangan makan untuk menjaga penampilannya."Dia baik-baik saja," ucap Lark Anton. Juru bicara dari pageant ini menjelaskan Zuleyka memang agak pusing gara-gara, "Lampu sorot cukup panas. Gaunnya lumayan ketat dan berat karena manik-maniknya terbuat dari logam. Dia jadi hilang keseimbangan."Zuleyka, kata Anton, cukup makan dan tidak dalam keadaan diet ketat saat pengumuman. Namun, pihaknya mengakui kondisi Miss Universe paling anyar ini sedang tertekan ketika terpilih sebagai finalis.Sadar bakal jadi sorotan--setelah sepuluh menit tak sadarkan diri--Zuleyka langsung bangkit. Dia menolak tawaran turun panggung. "Saya selalu percaya diri, tapi tak pernah menyangka akan menang," katanya dalam bahasa Spanyol.Tekadnya memang kuat. Sebagai peserta termuda, ia berhasil mengandaskan ambisi Miss Jepang Kurara Chibana, 24 tahun, yang menempati posisi kedua dan Miss Switzerland Laurianne Gillieron, 21 tahun. Dua finalis lima besar lainnya adalah Miss Paraguay Lourdes, 22 tahun, dan Miss Amerika Tara Conner, 20 tahun.Kemenangan yang diraih Zuleyka jelas membanggakan negerinya, Puerto Rico. Apalagi Amerika, yang selama ini paling sering menang kontes, dipecundangi di babak final. Sebelumnya, Puerto Rico pernah empat kali menyandang gelar Miss Universe, masing-masing pada 1970, 1985, 1993, dan 2001.Sejak awal, nasib baik memang mengiringinya. Sebelum ke ajang internasional, Zuleyka sudah lebih dulu menyabet dua gelar: Miss Puerto Rico dan Miss Teen. "Tapi, kalaupun saya tak menang dalam dua kontes sebelumnya, tetap saja keduanya telah memberi saya pengalaman untuk kontes yang lebih besar," ujar Zuleyka.Tentang perjalanan suksesnya, Zuleyka punya pandangan menarik. "Sukses buat saya adalah kepuasan spesial ketika seseorang memberikan apa yang mereka bisa berikan tanpa khawatir akan apa yang kemudian terjadi," katanya di depan para juri Miss Universe.Gadis dengan tinggi badan 175 sentimeter ini terus terang mengakui ada yang lebih penting ketimbang kecantikan dan kemenangannya. "Kejujuranku," ucap Zuleyka.Untuk urusan kejujuran, gadis model di negeri asalnya ini boleh ditiru. Dia tanpa sungkan berkisah tentang kejadian yang agak memalukan saat belajar mengemudi mobil. "Tangan saya meleset saat memegang kopling. Mobil meluncur di tengah jalan membuat kemacetan luar biasa. Saya jadi sangat gugup karena sangat sulit untuk berbalik arah di tengah kemacetan yang luar biasa itu."Kini, sebagai Miss Universe, Zuleyka tentu tak perlu direpotkan oleh kemampuannya mengemudi. Apalagi dengan gaji selama setahun, mahkota senilai US$ 250 ribu, plus apartemen mewah di New York, hidupnya tentu bergelimang keceriaan.Tapi, buat dia, semua itu bukan jaminan. Zuleyka masih memendam cita-cita. Ia ingin kembali ke bangku kuliah untuk menyelesaikan kuliahnya. Satu lagi: punya kesempatan berakting di film-film Amerika dan Amerika Latin."Aku ingin menjadi aktris," kata Zuleyka. "Saya pengamat perilaku manusia yang cukup baik. Saya pikir itulah salah satu kebiasaan terbaik yang mesti dimiliki seorang aktris," ungkap gadis yang mengidamkan bertemu dengan Angelina Jolie ini.Untuk sementara, Zuleyka tak mungkin memenuhi keinginannya. Sebagai Miss Universe, sejumlah kegiatan sudah menunggunya, antara lain menjadi duta penggalangan dana bagi penyandang HIV/AIDS dan memenuhi sejumlah kontrak modeling. Kalau begitu, masihkah dia punya kesempatan menikmati kegemarannya menonton American Idol versi Latin atau serial Friends dan bermeditasi?Utami Widowati/Berbagai Sumber

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapolri Keluarkan 11 Langkah dalam Pedoman Penerapan UU ITE

    Kepala Kepolisian RI Jenderal atau Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan pertimbangan atas perkembangan situasi nasional terkait penerapan UU ITE.