Ribut dengan Deddy, Pengacara Mario: Situasi Kacau-Balau...

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mario Teguh, dan Deddy Corbuzier . Dok.TEMPO/Yosep Arkian/Nurdiansah

    Mario Teguh, dan Deddy Corbuzier . Dok.TEMPO/Yosep Arkian/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Hotman Paris Hutapea yang ditunjuk Deddy Corbuzier sebagai kuasa hukum menyebutkan Mario Teguh tidak layak menjadi motivator.

    Sebab, kata Hotman, sikap Mario dalam menyelesaikan masalahnya dengan Ario Kiswinar Teguh bertolak belakang dengan kata-kata bijak yang ia lontarkan dalam berbagai acara.

    Menanggapi pernyataan Hotman Paris, Vidi Galenso Syarief, pengacara Mario Teguh, menyebut kliennya hanya manusia biasa.

    Baca: Sindir Mario, Hotman Paris: Tukang Becak pun Sayang Anaknya

    "Itulah. Kan Pak Mario manusia juga, bukan dewa. Bisa emosi dan segala macam," ungkap Vidi kepada wartawan, seperti dikutip dari Tabloidbintang.com, Rabu, 28 September 2016.

    Vidi mengatakan, persoalan Mario Teguh dengan Ario Kiswinar Teguh semakin runyam karena sudah menjadi konsumsi publik. Apa pun yang dilakukan Mario bisa dianggap salah oleh mereka yang berseberangan pendapat.

    Dalam situasi ini, menurut Vidi, tes DNA sekali pun tak bisa langsung menyelesaikan persoalan dan menurunkan tensi yang sudah telanjur tinggi.

    Simak: Rina Nose dan Fahrul Ketemu Lagi, Masih Sayang: Balikan?

    "Tidak efektif lagi pada situasi sudah kacau-balau blunder seperti ini. Kami yang menasihati Pak Mario, percuma Pak, sudah saling hujat, tidak ada kepercayaan, ada pro-kontra. Bikin tes DNA, apa pun hasilnya, akan timbul pro-kontra," tutur Vidi.

    TABLOIDBINTANG.COM

    Baca juga:
    Pilkada DKI: Awas, Tiga Jebakan Ini Bisa Bikin Ahok Kalah
    Diminta Ibas Mundur, Ruhut: Demokrat Partai Terakhirku


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.