Mengenang Nike Ardila, Mel Shandy Reuni Bareng Conny Dio

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (ki-ka) Nike Ardilla, Conny Dio, Mel Shandy. wikipedia.org

    (ki-ka) Nike Ardilla, Conny Dio, Mel Shandy. wikipedia.org

    TEMPO.CO, Jakarta -Acara Golden Memories yang disiarkan Indosiar setiap hari mulai pukul enam sore hingga pukul sembilan malam, kini menjadi salah satu acara televisi yang paling dinanti masyarakat. Acara kompetisi menyanyi dengan nuansa nostalgia lagu-lagu lama menjadi acara yang diminati penonton.

    Dalam Golden Memories pada Senin malam, 26 September 2016, berisi Nostalgia Sahabat, Mengenang Nike Ardila. Kali ini, menampilkan  penyanyi lawas Mel Shandy dan Conny Dio yang menyanyikan lagu-lagu yang pernah dipopulerkan Nike seperti Sandiwara Cinta, Suara Hati, Tinggalah Ku Sendiri dan  Mama Aku Ingin Pulang.

    Mel dan Conny merupakan penyanyi pop rock di era tahun 80-an. Kedua penyanyi ini diberi kesempatan untuk menyanyikan lagu-lagu mendiang Nike. 

    Adapun Nike Ardila merupakan penyanyi lagu-lagu berirama pop rock yang sebagian besar lagu-lagunya diciptakan oleh Deddy Dores. Nike kelahiran Bandung, Jawa Barat, 27 Desember 1975 meninggal dunia pada19 Maret 1995. Nike dalam usia relatif muda 19 tahun tewas mengalami kecelakaan Honda Civic yang dikendarainya menghantam beton di Jalan Raden Eddy Martadina, Bandung.

    Meski sudah 21 tahun wafat, nama dan lagu-lagu Nike masih dikenang hingga sekarang. Dalam acara kali ini hadir ibunda Nike, Nining Ningsihrat, 78 tahun dan seorang kakak laki-laki Nike yang hingga kini masih aktif mengurus fans klub dan musium peninggalan barang-barang Nike.

    "Untuk Golden Memories kami pihak keluarga Nike mengucapkan terima kasih sudah diberi kesempatan seperti sekarang," kata kakak laki-laki Nike seperti ditayangkan di Golden Memories, pada Senin malam, 26 September 2016.

    Penyanyi Mel dan Conny tampak terharu di acara ini. Keduanya mengaku kagum dan bangga pada sosok mendiang Nike yang berjiwa sosial, humanis yang membuatnya hingga kini masih disukai dan dielu-elukan masyarakat. "Kami bangga dengan Nike."

    Sementara ibunda Nike, Nining Ningshirat dengan suara tuanya berbicara pelan terbata, "Sosok si Eneng (panggilan Nike Ardila) cita-citanya sederhana mau jadi guru. Dia suka sekali memberi. Dulu, ke manapun pergi si Eneng selalu bawa uang kecil yang sering dibagi-bagikan ke anak-anak terlantar yang sering dijumpai si Eneng."

    Penonton yang hadir di acara ini tampak larut dalam suasana sedih dengan perasaan haru ikut menitikan air mata ketika ibunda Nike menceritakan tentang masa-masa terakhir Nike. "Si Eneng izin pergi, dia bilang mau pakai baju ini saja, entar kalau sudah dipakai disimpan ya Mi," kata Nining mengenang saat terakhir Nike izin untuk pergi di malam sebelum kecelakaan yang menewaskan dirinya.

    Malam itu, kata Nining, Nike mengenakan gaun kaos yang hingga kini masih tersimpan rapi di musium. Malam sebelum Nike tewas, Nining sempat melarang putrinya karena melihat putrinya tampak lelah setelah mengikuti berbagai kegiatan. Namun begitu gigihnya, Nike mohon izin harus pergi untuk memenuhi janji wawancara.

    "Si Eneng itu orang yang selalu pegang janji, malam itu ngotot pergi karena sudah janji mau wawancara. Si Eneng sempat sungkem lama minta izin ke saya. Dan ternyata dia pamit pulang pergi untuk selamanya," ujar Nining dengan suara Nining sedih.

    Tak hanya Mel Shandy dan Conny Dio yang hadir di acara Golden Memories, penyanyi Virzha dan Betharia Sonata juga ikut melantunkan suaranya. Acara ini juga menghadirkan juri para penyanyi lawas seperti Iis Sugianto, Hetty Koes Endang, Harvey Malaiholo, Ikang Fawzi dan Titi DJ.

    HADRIANI P


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.