Ine Febriyanti Mengaku Sulit Lepas dari Bayang-bayang NAY  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Artis Ine Febrianti. TEMPO/Subekti

    Artis Ine Febrianti. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Sha Ine Febriyanti kembali diganjar penghargaan berkat akting memukaunya di film NAY. Ine menjadi Pemeran Utama Wanita Terpuji di Festival Film Bandung (FFB) 2016.

    Sebelumnya, Ine meraih penghargaan Pemeran Utama Wanita Terbaik di Indonesian Movie Actors (IMA) Awards 2016, dan masuk nominasi di Usmar Ismail Awards 2016.

    Dijumpai Sabtu malam, 24 September 2016, di belakang panggung FFB 2016 di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, Bandung, Ine menceritakan kembali kesulitan yang ia lalui saat didorong Djenar Maesa Ayu masuk ke karakter Nay.

    "Selama 80 menit saya bermain sendiri, jadi ruang saya memerankan ini cukup berat," kata Ine yang malam itu terlihat anggun dengan gaun hitam.

    Ine butuh waktu dua bulan untuk benar-benar menyatu dengan Nay. Sedangkan proses syuting hanya memerlukan waktu lima hari.

    Sama sekali tidak mudah bagi Ine. Termasuk saat berusaha melepaskan diri dari karakter Nay, yang sangat bertolak belakang dengan dirinya.

    "Nay itu adalah karakter yang berat. Dia adalah perempuan yang terluka, robek, dan tumpang. Dan saya harus merasakan saya itu Nay. Saat melepasnya saya juga susah, sampai sakit," tuturnya.

    Ya, Ine harus mengkarantina dirinya sendiri untuk betul-betul kembali lepas dari bayang-bayang Nay.

    "Saya enggak tahu harus berapa lama saat melepaskan karakter itu, tapi memang enggak mudah. Saya sampai vakum sekian bulan," ungkap Ine.

    TABLOID BINTANG


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.