Drama Musikal Khatulistiwa Libatkan 100 Pemain Muda

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rio Dewanto (kiri) saat tampil dalam pementasan Drama musikal

    Rio Dewanto (kiri) saat tampil dalam pementasan Drama musikal "Prahara Cinta Badai Kasih" di Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki, Jakarta (22/11). Pementasan ini diprakarsai oleh lembaga PUN (Perempuan Untuk Negeri. TEMPO/ Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta -Yayasan Josodirjdo dan ZigZag Indonesia akan mementaskan drama musikal berjudul Khatulistiwa pada November 2016. Drama musikal ini melibatkan seratus pemain dan menghadirkan drama yang bertujuan membangkitkan rasa nasionalisme pada diri anak-anak muda.

    “Sekarang ini sepertinya rasa keakuan ini sangat besar, tapi bukan kebanggaan untuk negara dan bangsa. Acara ini kami dikemas untuk mengembalikan rasa nasionalisme itu,” ujar Tiara Josodirjo, pendiri dan komisioner yayasan tersebut, kepada Tempo, Kamis, 22 September 2016.

    Drama musikal ini melibatkan seratus talenta muda, termasuk beberapa aktor dan aktris ternama, seperti Rio Dewanto, Kelly Tandiono, Sita Nursanti, Tika Bravani, Ade Firman Hakim, Epy Kusnandar, Teuku Rifnu Wikana, Gabriel Harvianto, dan Haikal Baron. Mereka digembleng dalam latihan yang ketat seminggu tiga kali.

    Drama musikal ini digarap sutradara Adjie N.A dengan penulis naskah Nataya Bagya dan Mima Yusuf. Mereka juga melibatkan sejarawan untuk detail penulisan naskah dan Auguste Soesastro sebagai penata kostum. Khatulistiwa diharapkan bisa menumbuhkan nilai patriotisme dan nasionalisme dari para pahlawan Indonesia dari era perdagangan VOC sampai kemerdekaan.  “Cerita pahlawannya bukan yang seperti yang ada selama ini saja, tapi menumbuhkan cerita kepahlawanan dari sisi yang lain pula,” ujar Melvi Tampubolon, produser acara ini.

    Drama musikal ini, ucap Tiara, akan dikemas menarik dalam cerita seorang ayah kepada anaknya. Drama ini bercerita tentang kilas balik dari semangat perjuangan pahlawan, seperti Pangeran Kornels terhadap Daendels, Cut Nyak Dien, Sisingamangaraja, Christina Martha Tiahahu, Dewi Sartika, Sultan Hasanudin, dan penggerak Sumpah Pemuda.

    “Banyak cerita inspiratif dalam drama yang dikemas 2,5 jam dengan 15 adegan ini,” ujar Melvi.

    Drama ini sengaja digelar pada November untuk penghormatan kepada para pahlawan dalam peringatan Hari Pahlawan. Yayasan ini dulu juga pernah menghelat drama musikal untuk anak-anak berjudul Bawang Merah Bawang Putih.

    DIAN YULIASTUTI



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?