Kasus Gatot, Nabila Putri Mengira untuk Promosi Film DPO  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka kasus dugaan kepemilikan sabu, senjata tajam, satwa langka yang juga Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) Gatot Brajamusti (tengah) digiring menuju ruang tahanan Polda NTB di Mataram, 10 September 2016. Gatot Brajamusti dibawa kembali ke Mataram oleh tim penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda NTB setelah menjalani serangkaian pemeriksaan dan penggeledahan di Jakarta. ANTARA FOTO

    Tersangka kasus dugaan kepemilikan sabu, senjata tajam, satwa langka yang juga Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) Gatot Brajamusti (tengah) digiring menuju ruang tahanan Polda NTB di Mataram, 10 September 2016. Gatot Brajamusti dibawa kembali ke Mataram oleh tim penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda NTB setelah menjalani serangkaian pemeriksaan dan penggeledahan di Jakarta. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebagai salah satu pemain di film D.P.O (Detachment Police Operation), Nabila Putri mengira bahwa kasus Gatot Brajamusti adalah rekayasa untuk promosi filmnya tersebut. Pasalnya kasus tersebut muncul saat mendekati waktu rilis film di bioskop.

    "Aku sebenarnya dapat kabar duluan kalau Aa kena kasus dan aku pikir pihak-pihak yang enggak suka karena film ini mau keluar," ucap Nabila saat ditemui di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin, 19 September 2016.

    Namun tidak dimungkiri Nabila sempat kebingungan dan kaget saat dirinya tahu Gatot Brajamusti terkena kasus.

    Film DPO diproduseri dan diperankan oleh Gatot. Dalam film itu, Gatot memerankan Kapten Sadikin, seorang polisi yang memimpin tim elite yang mengejar gembong kriminal bernama Satam (diperankan Torro Margens). Sedangkan Nabila memerankan Julie, anggota tim elite.

    Meski begitu, hubungan Nabila Putri dengan keluarga Gatot masih baik-baik saja. Nabila pun masih berhubungan baik dengan anak Gatot.

    "Aku juga enggak pernah nyinggung masalah tersebut ke keluarganya. Kalau ada kabar yang enggak bagus, ya aku lebih milih buat no comment," tutur Nabila.

    TABLOID BINTANG


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.