January Christy Meninggal karena Sakit Paru-paru  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi lawas, January Christy. youtube.com

    Penyanyi lawas, January Christy. youtube.com

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Dunia tarik suara Indonesia kembali berduka. Penyanyi era 80-an Krestini Anggraini Wiradisuria atau yang akrab dengan sapaan January Christy wafat di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, Jumat dinihari, 16 September 2016, pukul 00.45 WIB.

    Baca: Penyanyi Jazz Lawas January Christy Tutup Usia

    "Kakak saya meninggal karena sakit paru-paru. Sebelumnya ia mengeluhkan batuk yang tak kunjung sembuh. Setelah dicek ke rumah sakit malah kolaps," kata Riza Wiradisuria, adik almarhumah, saat ditemui di rumah duka kompleks Astya Puri Pondok Ranji, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Jumat, 16 September 2016.

    January Christy yang lahir pada 17 Januari 1958 sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Advent dan pindah ke Rumah Sakit Hasan Sadikin hingga mengembuskan napas terakhir. "Sebelum masuk rumah sakit, almarhumah batuk sesak. Saat diperiksa ke rumah sakit ternyata sakit paru-paru sehingga mengganggu sistem pernapasan kakak saya," ucapnya.

    Riza juga mengatakan kakaknya mulai sakit batuk sejak April. Karena tidak kunjung sembuh, ia pun mengimbau kakaknya untuk memeriksakan kesehatannya. "Saat di rumah sakit kalau ketemu saya almarhumah selalu bilang, 'Saya mau pulang'. Kalau dibawa pulang juga percuma karena nantinya tidak bisa makan dan minum obat," ujarnya.

    Kenangan terakhir bersama kakaknya, kata Riza, saat pergi umrah satu keluarga. Sebelum meninggal January Christy pernah mengatakan akan menyelesaikan lagunya. Jenazah January Christy dimakamkan di Taman Pemakaman Jeruk Purut, pukul 13.00 WIB, setelah salat Jumat. "Akan dimakamkan dekat orang tua kami," tuturnya.

    MUHAMMAD KURNIANTO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.