7 Makanan Pemicu Bahagia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi

    Ilustrasi

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketidakbahagiaan seseorang biasanya disebabkan oleh menipisnya kadar dopamin dan serotonin, yakni dua hormon yang diproduksi otak untuk memberi pengaruh positif dan pikiran bahagia. Kurangnya dopamin atau serotonin bisa membuat seseorang merasa gelisah, depresi, dan tak percaya diri.

    Ternyata ada sejumlah makan yang bisa meningkatkan kedua hormon tersebut. Berikut daftar makanan yang dapat mendorong meningkatnya kadar hormon pemicu bahagia.

    1. Roti tawar
    Roti kaya akan karbohidrat yang bisa mencapai sel-sel otak dengan cepat. Dengan begitu roti baik dalam meningkatkan produksi serotonin untuk mengubah suasana hati agar lebih bahagia.

    2. Cokelat
    Makanan nikmat pencipta suasana hati lainnya adalah cokelat, terutama cokelat hitam (dark chocolate) karena mengandung antioksidan yang berfungsi untuk meningkatkan mood dan juga mengobati gejala depresi.

    3. Bayam
    Bahan alami berwarna hijau ini dapat meningkatkan mood Anda. Apalagi bayam kaya akan kandungan zat besi yang dapat meningkatan aliran darah ke otak untuk meningkatkan mood.

    4. Jeruk
    Jeruk dapat mengobati depresi karena di dalamnya terkandung vitamin C dan folat yang dapat membantu meningkatkan kadar dopamin.

    5. Ikan
    Kandungan alami pada ikan dapat meningkatkan mood, karena ikan kaya akan asam lemak omega 3 yang sangat baik untuk meningkatkan kadar serotonin.

    6. Saffron
    Saffron atau kesari mengandung bahan anti-depresi. Kandungan bahan yang terkandung di dalamnya juga dapat mengurangi perubahan suasana hati selama pre menstruasi.

    7. Kelapa
    Kandungan asam lemah omega-3 di dalam kelapa memiliki kemampuan untuk merangsang produksi serotonin dan juga menenangkan saraf Anda.

    BOLDSKY | DESTRIANITA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.