Zumi Zola Akui Warga di Daerahnya Rawan Serangan Jantung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jambi, Zumi Zola, memberikan keterangan pers usai rapat koordinasi tentang pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, 22 Maret 2016. TEMPO/Angelina Anjar Sawitri

    Gubernur Jambi, Zumi Zola, memberikan keterangan pers usai rapat koordinasi tentang pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, 22 Maret 2016. TEMPO/Angelina Anjar Sawitri

    TEMPO.CO, Jambi - Gubernur Jambi, Zumi Zola, mengemukakan jika sedikitnya ada 2.000 orang warganya terdeteksi terkena serangan jantung. Umumnya harus dirujuk ke rumah sakit di luar Provinsi Jambi, antara lain misalnya di Jakarta dan Palembang.

    "Semua penderita jantung terpaksa hadus berobat ke luar daerah, akibat rumah sakit yang ada di Provinsi Jambi selama ini belum memeiliki peralatan dan tenaga dokter ahli penyakit jantung. Namun semua itu sudah kita miliki," kata Zumi seusai meresmikan Pusat Pelayanan Jantung di Rumah Sakit Umum Daerah Raden Mattaher Jambi, Kamis, 15 September 2015.

    Dikatakan gubernur, dengan peralatan dan tenaga dokter yang ada sekarang, maka warga penderita jantung di daerah ini tidak perlu lagi hadus berobat ke luar daerah.

    "Semua ini atas kerja sama kita dengan pihak Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta. Kami juga sudah menargetkan selambat lambatnya dua tahun mendatang Rumah Sakit Raden Mattaher sudah bisa memberi pelayanan operasi jantung," ujarnya.

    Sentara itu, Direktur Utama Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Jakarta, dr Hananto Adriatoro, menyebutkan jika dirinya siap akan membantu sepenuhnya Rumah Sakit Umum Raden Mattaher Jambi.

    "Saya nuatakan siap membantu sepenuhnya keinginan rumah sakit ini untuk memiliki pelayanan jantung," kataanya.

    Kepada Tempo, Hananto, mengemukakan jika Rumah Sakit Harapan Kita sedikitnya melakukan operasi terhadap 2.500 penderita jantung setiap tahun. "Cuma saya tidak tahu persis angka berapa orang pasien jantung yang kita layani setiap tahun," ujarnya.

    SYAIPUL BAKHORI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.