Dugaan Pencabulan Gatot: Reza Artamevia Bisa Terseret

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi Reza Artamevia menuju ruang pemeriksaan setibanya di Resmob Polda Metro Jaya, Jakarta, 14 September 2016. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    Penyanyi Reza Artamevia menuju ruang pemeriksaan setibanya di Resmob Polda Metro Jaya, Jakarta, 14 September 2016. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    TEMPO.COJakarta - Seorang korban yang namanya disamarkan dengan sebutan "Password 2" juga melaporkan Gatot Brajamusti ke ranah hukum atas tudingan pencabulan dan pemerkosaan, Rabu, 14 September 2016. 

    Password 2 mengaku mendapatkan perlakuan tak senonoh dari Gatot Brajamusti dari 2008 sampai 2012.

    Selain melaporkan Gatot Brajamusti, Dewi Aminah (istri Gatot) dan Reza Artamevia juga ikut dilaporkan oleh Password 2. "Ada peran sangat penting dalam perlakuan seksual menyimpang itu dari Dewi Aminah dan Reza Artamevia. Kami juga laporkan dugaan pencabulan," kata Rhony Sapulette, kuasa hukum korban Gatot Brajamusti, CT dan Password 2.

    Rhony menyebutkan Reza Artamevia dan Dewi Aminah berperan sebagai juru lobi kepada para korban supaya mau menyerahkan kehormatan mereka untuk Gatot Brajamusti, yang disebut sebagai nabi. "(Dewi Aminah dan Reza Artamevia) memaksa melakukan hubungan sejenis, merayu mereka (para korban) untuk menyerahkan tubuh mereka ke Aa Gatot," ujar Rhony.

    Menurut penuturan Rhony, Reza dan Dewi kerap melakukan seks ramai-ramai dengan para korbannya dalam sejumlah kesempatan. Bahkan mereka, kata Rhony, melakukan adegan lesbi terlebih dulu sebelum akhirnya melibatkan Gatot Brajamusti.

    Rhony mengatakan wanita yang menjadi korban Gatot Brajamusti jumlahnya sangat banyak. Bahkan ada gadis cilik yang umurnya belum genap 10 tahun. "Banyak korbannya, puluhan bahkan ratusan. Tapi yang minta pendampingan kepada kami ada delapan," tutur Rhony setelah membuat laporan polisi dengan pelapor Password 2 di Polda Metro Jaya, Rabu, 14 September.

    Pola Gatot Brajamusti dalam menguasai korban-korbannya sama. Diawali mencekoki korban dengan aspat alias sabu, kemudian dilanjutkan dengan aksi pencabulan. Bahkan Gatot Brajamusti kerap meminta korban-korbannya untuk melakukan hubungan seks sejenis terlebih dulu.

    "Eksekusi terakhir, ya, tetap di Aa Gatot," ucap Rhony. Selain oleh Gatot Brajamusti, korbannya juga ada yang diberikan kepada tamu yang datang ke rumahnya.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.