KPAI Temui Angelina Sondakh di Penjara, Soal Gatot?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Angelina Sondakh masuk ke parlemen Indonesia pada 2004 dan menjadi angota DPR untuk dua periode. Mantan puteri Indonesia ini dikenal cerdas dan taktis pada lawan politiknya. Namun, karir berpolitiknya meredup lantaran menjadi tersangka dalam kasus korupsi pembangunan Wisma Atlet di Provinsi Palembang. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Angelina Sondakh masuk ke parlemen Indonesia pada 2004 dan menjadi angota DPR untuk dua periode. Mantan puteri Indonesia ini dikenal cerdas dan taktis pada lawan politiknya. Namun, karir berpolitiknya meredup lantaran menjadi tersangka dalam kasus korupsi pembangunan Wisma Atlet di Provinsi Palembang. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Asrorun Ni'am Sholeh menemui Angelina Sondakh di Rumah Tahanan Wanita Pondok Bambu, Jakarta Timur, Kamis 15 September 2016. Kunjungan tersebut terkait dengan aduan yang masuk ke KPAI ihwal anak-anak yang diduga menjadi korban pelecehan seksual dan penyalahgunaan narkotika yang melilbatkan Gatot Brajamusti.

    Pada kesempatan ini KPI akan melakukan pendalaman. Selain Asrorun, komisioner KPAI, Titik Haryati yang membidangi kesehatan dan NAPZA ( Narkotik, Psikotropika, dan Zat Aditif), juga turut menyambangi Rutan Pondok Bambu. 

    "Kita akan bertemu dengan ibu AS (Angelina Sondakh) yang sebelumnya sudah saya kontak dengan yang bersangkutan. Karena akan ada informasi yang akan disampaikan kepada kami," ujar Asrorun.

    Dijelaskan Asrorun lebih lanjut, KPAI sangat berkepentingan mendapatkan informasi tersebut guna kepastian penanganan kasus anak yang menjadi korban. Sebab informasi yang utuh diperlukan untuk treatmen dan penanganan lebih lanjut untuk kebaikan sang anak ke depannya.

    Klarifikasi dan menghimpun informasi yang utuh. Sehingga kita memiliki data yang cukup untuk penanganan lebh lanjut dalam kasus ini, khususnya yang terkait dengan kasus Anak tiri AS (Angelina Sondakh)," kata Asrorun.

    Sebelumnya pengacara senior Elza Syarief mendatangi KPAI untuk melaporkan dugaan pencabulan yang dilakukan Gatot terhadap sejumlah anak. Langkah ini dilakukan Elza karena korban dan keluarganya tidak berani melaporkan Gatot ke polisi. "Ini tak semata-mata masalah hukum. Karena permasalahan utama adalah masalah psikologi, sehinga perlu bantuan KPAI," kata Elza.

    TABLOID BINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.