Jadi Wartawan di Film Gatot, Nadine Berurusan dengan Polisi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Artis Nadine Chandrawinata saat menghadiri pemutaran perdana film Love You...Love You Not... Film ini diperankan oleh Chelsea Islan, Hamish Daud, Miller Khan, dan Kemal Palevi. Jakarta, 12 Agustus 2015. TEMPO/Nurdiansah

    Artis Nadine Chandrawinata saat menghadiri pemutaran perdana film Love You...Love You Not... Film ini diperankan oleh Chelsea Islan, Hamish Daud, Miller Khan, dan Kemal Palevi. Jakarta, 12 Agustus 2015. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik dari Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya berencana memeriksa Nadine Chandrawinata sebagai saksi terkait kasus kepemilikan senjata api dan amunisi ilegal Gatot Brajamusti. Nadine harus berurusan dengan polisi karena pernah terlibat dalam film produksi Gatot, Azrax.

    Film yang diproduksi Gatot itu bercerita tentang perdagangan wanita berkedok Tenaga Kerja Indonesia (TKI) pada 2010 itu rilis 2013 lalu. Di film yang disutradarai Dedi Setiadi itu, Nadine berperan sebagai Fanny, perempuan berusia 24 tahun yang bekerja sebagai wartawan di sebuah surat kabar ibu kota. Fanny sangat perhatian terhadap nasib para korban perdagangan wanita, sehingga terus memberitakan isu tersebut.

    Kepala Unit IV Subdirektorat Reserse Mobi (Resmob) Direktorat Resesrse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya Komisaris Polisi Teuku Arsya Khadafi mengatakan polisi membutuhkan keterangan dari Nadine untuk membuktikan apakah benar Gatot memiliki senjata api dan amunisi itu untuk keperluan syuting film Azrax. "Salah satu dari dua senjata yang dilihat saudari NC, dan dilihat saksi lain," kata dia, di Mapolda Metro Jaya, Kamis, 8 September 2016.

    Baca: Karena Gatot, Artis-artis Ini Berurusan dengan Polisi

    Berdasarkan pengakuan Gatot, dua senjata api dan amunisi yang ditemukan polisi di kediamannya di Pondok Pinang saat penggeledahan untuk kasus narkoba, beberapa waktu lalu, merupakan properti untuk syuting film Azrax.

    Tak hanya memeriksa Nadine, polisi juga mengagendakan pemeriksaan terhadap Reza Artamevia yang ikut berperan di film itu dan sutradara Dedi Setiadi.

    Polisi menjadwalkan pemerksaan Nadine, Reza, dan Dedi, pada Jumat, 9 September 2016. Namun, menurut keterangan polisi, Nadien batal diperiksa. "Kami dapat konfirmasi, dua saksi siap, satu lagi dijadwalkan ulang karena di luar kota. Yang di luar kota saudari NC," tutur Arsya.

    Baca: Kasus Gatot Brajamusti, Nadine Chandrawinata Batal Diperiksa

    Sebelumnya, polisi memeriksa Elma Theana pada Kamis, 8 September 2016, kemarin. Artis yang pernah menjadi murid Gatot ini juga ikut bermain di film Azrax, itu diperiksa sebagai saksi untuk kasus kepemilikan senjata api Gatot.

    Elma menjalani pemeriksaan mulai pukul 11.00 sampai 14.30. "Kami memberi 27 pertanyaan. Awalnya ada 28 tapi satu pertanyaan tidak kami tanyakan karena yang bersangkutan tidak tahu," kata Arsya.

    Baca: Hubungan Aneh Elma Theana & Gatot: Dari Pistol hingga Pelet

    Elma tidak bisa memastikan apakah senjata api itu yang digunakan Gatot ketika syuting film Azrax. Namun, dia mengaku Gatot pernah memperlihatkan senjata apinya kepadanya dan beberapa muridnya yang lain saat di padepokannya di Sukabumi.

    Dalam pemeriksaan itu, Elma membenarkan jika dua senjata yang ditunjukkan polisi sama dengan yang pernah ditunjukkan Gatot dulu. "Mirip memang sama yang dulu," ujarnya, seusai pemeriksaan, Kamis, 8 September 2016.

    Baca: Gatot Pernah Perlihatkan Senjata ke Elma Theana, Tujuannya?

    Polisi juga sudah memeriksa mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional I Putu Gede Ary Suta untuk dimintai keterangan seputar senjata Gatot. Kepada polisi, Gatot mengaku menerima senjata itu dari Ary Suta. Namun, keterangan itu sudah dibantah oleh Ary Suta dalam pemeriksaan Selasa, 6 September 2016 lalu.


    INGE KLARA | TABLOID BINTANG | PDAT

    Baca Juga:
    Kenal Gatot Brajamusti, Apa yang Disyukuri Eddies Adelia? 
    Ingin Maia Cawagub, Ahok: Lumayan buat Hadapi Ahmad Dhani


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.