Jadikan Gatot Brajamusti Guru, Ini Penyesalan Elma Theana

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Elma Theana. instagram.com

    Elma Theana. instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktris Elma Theana dan biduanita Reza Artamevia menjadikan Gatot Brajamusti sebagai guru spiritual. Namun, sejak 2011, Elma memutuskan keluar Pedepokan Brajamusti di Cisaat, Sukabumi, Jawa Barat.

    Elma sadar, selama sembilan tahun bersama Gatot, pikirannya tidak normal. Dalam pengakuannya, Elma rela meninggalkan keluarganya, bahkan kewajibannya sebagai istri dia lupakan.

    Baca: Pengakuan Adik: Waktu Sama Gatot, Elma Theana Kayak Dipelet

    "Waktu itu prioritas kan ke pedepokan. Jadi, kalau misalnya mau ke mana, ingat, 'Oh iya, harus ke sana.' Pikiran saya enggak bisa berjalan normallah. Penginnya di sana," kata Elma bercerita.

    Setelah bertemu dengan seorang ahli agama, Elma pikirannya perlahan mulai terbuka bahwa dia harus lepas dari pengaruh Gatot. Ia pun memutuskan keluar Pedepokan Brajamusti tanpa pamit.

    Baca: TERJAWAB: Gatot Brajamusti & Reza Artamevia Sudah Nikah Siri

    Kini artis yang mulai populer setelah berperan sebagai petugas pintu tol dalam sebuah iklan vitamin C itu menegaskan, kehidupannya jauh lebih bahagia sekarang.

    "Alhamdulillah. Saya sebenarnya sudah enggak mau mendalami lagi, enggak mau ikut campur masalah yang terjadi sekarang, karena saya sudah merasa lebih bahagia, lebih nyaman," ujar Elma di Trans Studio, Jalan Tendean, Jakarta Selatan, Senin, 5 September 2016.

    Baca: ElmaTheana Blakblakan Ada Adu Domba di Padepokan Brajamusti

    Meski dirasa banyak mudarat daripada manfaatnya, pengalaman kelam tersebut menjadi guru berharga bagi Elma. "Biarkan itu menjadi masa lalu, menjadi guru yang baiklah," tutur Elma.

    TABLOIDBINTANG.COM

    Rekomendasi Berita
    Ahmad Dhani: BG di BIN, Mega Dukung Ahok, jika PDIP Kalah...
    Ahok Minta Foke Juga Diperiksa dalam Kasus Raperda Reklamasi


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.