Ritual Gatot Sembuhkan Reza dan Elma, Diduga Pakai Sabu?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memperlihatkan barang bukti kejahatan narkotika berupa sabu-sabu dalam rilis di Direktorat Tindak Pidana Narkoba Mabes Polri, Jakarta, 18 September 2015. Sabu tersebut diselundupkan dari Cina (Guang Ghou) ke Indonesia melalui Hongkong. ANTARA/Rosa Panggabean

    Petugas memperlihatkan barang bukti kejahatan narkotika berupa sabu-sabu dalam rilis di Direktorat Tindak Pidana Narkoba Mabes Polri, Jakarta, 18 September 2015. Sabu tersebut diselundupkan dari Cina (Guang Ghou) ke Indonesia melalui Hongkong. ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.COJakarta - Gatot Brajamusti, tersangka penyalahgunaan narkoba yang ditangkap di Hotel Golden Tulip, Mataram, Nusa Tenggara Barat, Ahad malam, 28 Agustus 2016, ternyata memiliki ritual penyembuhan unik. Di Padepokan Brajamusti miliknya di Cisaat, Sukabumi, yang sudah dijual, Elma Theana dan Reza Artamevia pernah menjalani metode penyembuhan ala Gatot tersebut.

    Menurut Rency Milano, kakak Elma Theana, para “pasien” Gatot diberikan sabu. Pemakaian sabu itu dilakukan bersama-sama di padepokan. Hal itu diketahui Rency setelah mendengar cerita Elma dan menyaksikan bagaimana sang adik mencontohkan cara memakainya.

    "Pada nyabu (di pedepokan). Tapi, waktu itu Elma bilang, itu bukan sabu, tapi asmat. Asmat itu makanan jin katanya," ujar Rency saat dihubungi, Kamis, 1 September 2016.

    Baca juga: Kisah Narkoba, Asmat, & Makanan Jin di Tempat Gatot Brajamusti

    Menurut Rency, Elma sempat mengkonsumsi barang yang disebut asmat itu di hadapannya. Elma, menurut Rency, tidak mengenal sabu sebelumnya. "Cuma dia jelasin cara make-nya itu sama kayak orang nyabu," katanya.

    Elma sempat menjadikan Gatot Brajamusti sebagai guru spiritual selama sembilan tahun. Empat tahun lalu, Elma mulai menjauhkan diri dari pedepokan dan kembali ke keluarga.

    Soal asmat ini juga diakui Reza melalui pengacaranya, Ramdan Alamsyah. Sama seperti Elma, menurut Reza, pemakaian asmat itu dilakukan bersama anggota jemaah Padepokan Brajamusti. Gatot Brajamusti, kata Reza, selalu menyebut barang misterius yang diberikan itu sebagai asmat atau sejenis makanan jin.

    "Menurut keterangannya, bareng-bareng (mengkonsumsi asmat)," tutur Ramdan ketika dihubungi, Jumat, 2 September.

    Baca juga: Pengakuan Reza Artamevia Soal Pesta Narkoba & 'Makanan Jin'

    Ramdan meyakini bahwa kliennya maupun anggota Padepokan Brajamusti lainnya mengkonsumsi narkoba bukan karena sengaja, melainkan akibat ketidaktahuan. "Dia enggak tahu asmat itu apa, bentuknya kayak apa. Bisa dikatakan dia jadi korban," ucap Ramdan.

    Setelah dilakukan pemeriksaan intensif, polisi dan Badan Narkotika Nasional Nusa Tenggara Barat memutuskan mengabulkan permohonan rehabilitasi Reza. Alasannya, menurut pejabat BNN, Reza masih berstatus coba-coba memakai narkoba.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Tanda Masker Medis yang Asli atau Palsu

    Saat pandemi Covid-19 seperti sekarang, masker adalah salah satu benda yang wajib kita pakai kemanapun kita beraktivitas. Kenali masker medis asli.