Ini Kesaksian Roy Marten tentang Gatot Brajamusti  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aa Gatot Brajamusti. facebook.com

    Aa Gatot Brajamusti. facebook.com

    TEMPO.COJakarta - Aktor senior Roy Marten mengaku tak kaget atas penangkapan Gatot Brajamusti terkait dengan kepemilikan sabu di Hotel Golden Tulip, Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Ahad malam, 28 Agustus 2016.

    Menurut Roy, sejumlah artis senior yang tergabung dalam Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) sudah lama mengetahui Gatot menggunakan narkoba. "Di kalangan senior sudah banyak yang tahu," kata Roy Marten saat dihubungi Tempo, Senin, 29 Agustus 2016.

    Baca: Reza Artamevia Positif Narkoba, Netizen Sibuk Nasihati

    Roy menduga Gatot telah menjadi pengguna narkoba sejak lama. Indikasinya, kata dia, sekitar sepuluh tahun lalu ada petugas Badan Narkotika Nasional yang bertanya kepadanya terkait dengan keterlibatan Gatot.

    "Dia (petugas BNN) bertanya, ‘Apakah kamu tahu Gatot juga pemakai?’. Ya saya jawab, 'Saya tidak tahu'," ujar Roy Marten, yang pernah dua kali masuk penjara lantaran terjerat sejumlah kasus narkotika.

    Penangkapan Gatot Brajamusti dilakukan Tim Satuan Tugas Khusus Merah dan Putih Kepolisian Resor Mataram dan Kepolisian Resor Lombok. Gatot ditangkap di Hotel Golden Tulip di kamar nomor 1100.

    Baca: Gatot Brajamusti dan Reza Artamevia Positif Konsumsi Narkoba

    Petugas lantas menyita barang bukti berupa satu klip plastik berisi sabu-sabu, satu alat isap (bong), satu pipet kaca, dua sedotan, satu korek gas, dua dompet berisi KTP dan uang, serta satu unit telepon seluler.

    Gatot ditangkap bersama istrinya, Dewi Aminah, seusai kongres Parfi di Mataram. Dalam kongres tersebut, Gatot kembali terpilih sebagai Ketua Umum Parfi. Gatot digerebek di kamar hotel yang disewanya secara eksklusif.

    DEWI SUCI RAHAYU

    Baca Juga

    Gatot Brajamusti dan Reza Artamevia Positif Konsumsi Narkoba

    Barang Aa Gatot Disita, dari Vibrator hingga Pistol


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.