Aktor Gene Wilder 'Willy Wonka' Meninggal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta menggunakan kostum Willy Wonka saat menghadiri acara kedua Hero Festival di Marseille, Prancis, 7 November 2015. Festival diadakan sebagai dedikasi untuk  komik superhero Amerika, manga Jpeng, karakter superhero dan video games. REUTERS/Jean-Paul Pelissier

    Peserta menggunakan kostum Willy Wonka saat menghadiri acara kedua Hero Festival di Marseille, Prancis, 7 November 2015. Festival diadakan sebagai dedikasi untuk komik superhero Amerika, manga Jpeng, karakter superhero dan video games. REUTERS/Jean-Paul Pelissier

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktor komedi Amerika Serikat, Gene Wilder, meninggal pada Senin, 29 Agustus 2016. Pria yang dikenal melalui perannya dalam Willy Wonka and The Chocolate Factory itu meninggal di usia ke-83 tahun.

    Aktor yang masuk nominasi Oscar dua kali tersebut didiagnosis menderita limfoma non-Hodgkins--kanker kelenjar getah bening--sejak 1989.

    Wilder mulai terkenal karena kolaborasinya dengan sutradara Mel Brooks. Kala itu, ia memerankan Leo Bloom dalam film The Producers pada 1967. Kemudian, ia ikut berperan dalam film Young Frankenstein dan Blazing Saddles.

    Brooks menyebut Wilder sebagai salah satu aktor yang bertalenta besar. "Dia memberkati setiap film yang dilakukan dengan keajaibannya dan ia memberkati saya dengan persahabatannya," kata Brooks, Senin, 29 Agustus 2016.

    Untuk kebanyakan orang, Wilder lebih dikenal sebagai pengusaha permen misterius dalam film Willy Wonka and The Chocolate Factory. Film yang diluncurkan pada 1971 itu diadaptasi dari buku Roald Dahl.

    Selama hidupnya, Wilder banyak membintangi film komedi. Namun kesuksesannya tidak konsisten. Beberapa film lain yang pernah dibintanginya adalah Stir Crazy, Silver Streak, The Adventures of Sherlock Holmes, Smarter Brother, dan The World's Greatest Lover.

    Dalam sebuah wawancara pada 2005 dengan CNN, Wilder mengungkapkan pertemuannya dengan Brooks, yang kemudian mengantarnya bermain di tiga film besutannya. "Karena aku salah pilih dalam mengambil peran (komedi), itu mengubah hidupku," kata Wilder.

    BBC | CNN | MAYA AYU


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.