Gelombang Baru Jazz Muda

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Toko buku Aksara di Kemang, Jakarta Selatan, Minggu lalu penuh anak muda. Mayoritas mengenakan busana kasual dan terlihat santai. Mereka tampak menyatu dengan musik jazz. Sebuah acara bertajuk Dunhill Dimensian The New Wave of Indonesian Jazz memang tengah digelar di sana.Tajuk itu boleh jadi mewakili para musisi jazz yang siang hingga malam itu tampil. Mereka yang unjuk gigi adalah musisi jazz ter-gress Tanah Air. Beberapa diantaranya telah akrab di telinga, seperti Tomorrow People Ensemble dengan ritme groovy, Parkdrive yang mengolaborasikan jazz dan bebunyian masa kini, hingga Bobb Quartet, kumpulan anak muda yang bertalenta mengagumkan dalam aliran hard bobnya.Bobb Quartet yang malam itu menampilkan tiga komposisi tampil memukau di Casa stage. Tiga lagu itu adalah Whatever Work, Biscuit, dan Harveys Blues. Permainan mereka memang tak digelar di panggung utama yang terletak di luar ruang. Namun, mereka berhasil membuat ruangan itu penuh sesak.Bagi Dion Janapria, gitaris Bobb Quartet, acara ini sangat istimewa. "Mereka yang tampil kebanyakan seusia kami," ujar Dion yang masih berumur 25 tahun.Kenyataannya, musisi jazz yang saat ini dikenal adalah mereka yang berusia 30 - 50 tahun. Sebut saja mulai generasi Indra Lesmana hingga generasi dibawahnya macam kelompok Simak Dialog.Nah, mereka yang tampil di pentas dengan konsep festival ini kebanyakan masih segar. Usia mereka kebanyakan masih di bawah 30 tahun. Namun, dari sisi kemampuan, mereka tak kalah bagusnya dengan para senior. "Belakangan memang muncul musisi jazz generasi baru yang memiliki prestasi dan kualitas bagus," kata Melanie Kridaman, Corporate Communication Dunhill.Ajang ini seolah sengaja memperkenalkan beberapa musisi yang mulai bersinar. Indra Aziz yang mulai menjadi penyanyi jazz profesional sejak 2001 adalah salah satunya. Sebagai pimpinan Aziz Quintet, ia membawa kelompoknya bermain secara reguler di club, kafe, dan restoran. Kemampuan olah vokalnya dalam bentuk capella lumayan menarik untuk disimak.Yang lumayan membuat kaget adalah penampilan penyanyi Shelomita. Publik lebih mengenal penyanyi ini tampil dengan karakter pop. Bersama dengan rombongan big band, Shelomita membawakan komposisi Payung Fantasi karya Ismail Marzuki. "Vokal saya memang lebih dekat ke jazz dari pada rock," ujar Shelomita.Kendati begitu memang tidak semuanya terbilang muda. Satu diantaranya adalah grup 6th Element yang digawangi Rieka Roslan, Ali Akbar, hingga Aksan Sjuman. Ketiganya merupakan sederet nama yang telah memiliki pengalaman panggung lebih banyak. Atau setidaknya, ekspos media terhadap mereka lebih banyak dibandingkan beberapa kelompok lainnya.Gejala anak muda yang mencoba dunia diluar arus mainstream ini memang bukan yang pertama. Menurut pengamat musik Denny Sakrie, acara ini memang membidik segmen anak muda yang tak ingin terseret arus besar. Mereka memasuki sebuah sisi ekslusif yang lebih mencuatkan kualitas dan totalitas dalam berkarya.Bagi mereka yang tak sempat hadir atau malah tak tahu ada acara ini agaknya tak perlu khawatir. Musisi jazz yang masih segar-segar ini telah mengabadikan karyanya dalam album Jazz Masa Kini. Album kompilasi ini menarik untuk disimak sebagai tanda munculnya darah segar dalam dunia musik jazz Tanah Air. l andi dewanto

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?