Wayang Ajen Ajak Generasi Muda Berkarya untuk Negara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dalang memainkan sejumlah tokoh jahat saat melakukan pertunjukan wayang Ajen dengan lakon Kajembaran Rahmaniah di plaza Pusat Dawah Islam, Bandung, Jawa Barat, bersama Ki Dalang Wawan Ajen, 4 Juli 2015. TEMPO/Prima Mulia

    Dalang memainkan sejumlah tokoh jahat saat melakukan pertunjukan wayang Ajen dengan lakon Kajembaran Rahmaniah di plaza Pusat Dawah Islam, Bandung, Jawa Barat, bersama Ki Dalang Wawan Ajen, 4 Juli 2015. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.COCiamis - Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Ciamis serta Kementerian Pariwisata menggelar pergelaran wayang ajen di Alun-alun Ciamis, Sabtu malam hingga Ahad dinihari, 20-21 Agustus 2016. Dalang Ki Wawan Ajen membawakan lakon Satria Panggaluh Nagari.

    "Karena (digelar) di Galuh Ciamis, wayang ajen harus update, matching, maka lakonnya Satria Panggaluh Nagari," kata dalang Wawan Ajen, yang memiliki nama Wawan Gunawan, saat ditemui sebelum pementasan di Pendapa Kabupaten Ciamis, Sabtu malam, 20 Agustus 2016.

    Wawan dan rekannya, Arthur S. Nalan, menciptakan wayang ajen pada 1999. Wayang ini menggunakan boneka kayu mirip wayang golek. Bedanya, wayang tersebut kerap berisi lakon persoalan dan tren masa kini.

    Lakon Satria Panggaluh Nagari menceritakan seorang kesatria dalam memposisikan dirinya berbakti kepada nusa dan bangsa melalui kinerja nyata dan karya nyata. Kesatria yang mewakili generasi muda itu berkomitmen dan punya kesadaran untuk berbakti dalam kesehariannya. "Bagaimana agar bermaslahat bagi masyarakat," ujar Wawan.

    ADVERTISEMENT

    Dalam pementasan, dalang menyelipkan isu-isu terkini yang terjadi di Indonesia, di antaranya seputar vaksin palsu, Pokemon GO, politik, dan korupsi. Selain itu, disampaikan pula pesan pemerintah kepada masyarakat dan harapan masyarakat kepada pemerintah. 

    "Wayang ajen posisinya di tengah, bisa akomodasi berbagai aspirasi dari masyarakat dan menyampaikan pesan-pesan moral dari pemerintah kepada masyarakat," tuturnya.

    Sebelum pementasan wayang ajen, panitia menggelar workshop wayang kepada pelajar tingkat sekolah dasar hingga menengah atas Kabupaten Ciamis. Pelajar dikenalkan dengan wayang dan diperbolehkan memainkan wayang. "Ternyata anak-anak sangat suka wayang," ucap Wawan. 

    Dia berharap pementasan wayang ajen ini bisa merangsang generasi muda Ciamis dalam menyukai wayang. "Ini jadi pancingan agar generasi muda Galuh (Ciamis) suka wayang," ujarnya.

    Seorang warga, Agus Supriadi, menyambut baik pementasan wayang ajen yang dibarengi pengenalan wayang kepada pelajar. Menurut dia, acara seperti ini bisa melestarikan kesenian wayang. "Bagus, apalagi tadi siang ada pengenalan wayang kepada siswa," katanya di sela asyik menonton wayang, Sabtu malam.

    CANDRA NUGRAHA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selain Makan di Warteg, Ini Sejumlah Kegiatan Asyik yang Bisa Dilakukan 20 Menit

    Ternyata ada banyak kegiatan positif selain makan di warteg yang bisa dilakukan dalam waktu 20 menit. Simak sejumlah kegiatan berikut...