Setelah Tambang dan Kuliner, Yuni Shara Geluti Bisnis Baru  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi Wahyu Setyaning Budi yang biasa dikenal dengan Yuni Shara saat beradegan untuk pembuatan video klip dengan single Tuhan Jagalah Dia di Museum Prasasti, Jakarta, (28/5). TEMPO/Nurdiansah

    Penyanyi Wahyu Setyaning Budi yang biasa dikenal dengan Yuni Shara saat beradegan untuk pembuatan video klip dengan single Tuhan Jagalah Dia di Museum Prasasti, Jakarta, (28/5). TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Solo - Penyanyi bersuara emas Yuni Shara kini menggeluti bisnis baru. Setelah melakoni bisnis di bidang kuliner hingga pertambangan, artis kelahiran 1972 itu kini menggeluti dunia konstruksi, khususnya pembangunan jalan.

    Bisnis barunya terungkap saat Yuni Shara menemui Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo di Balai Kota Surakarta, Senin, 15 Agustus 2016. Dalam pertemuan tersebut, Yuni menawarkan bahan pembuatan jalan yang diklaim ramah lingkungan.

    "Saat ini pemerintah berfokus menggarap pembangunan infrastruktur," tutur Yuni. Hal itu membuatnya tertarik untuk 'berjualan' teknologi baru pembangunan jalan.

    Sistem pembuatan jalan bernama Ecocure itu, menurut Yuni, digunakan untuk memadatkan tanah. "Langsung menggunakan tanah di lokasi pembangunan, tidak perlu menggunakan pasir dan batu," kata Yuni.

    Yuni mengklaim cara tersebut menghemat biaya pembangunan hingga 40 persen. "Yang pasti ramah lingkungan," ucapnya. Sedangkan proses finishing bisa menggunakan aspal dan paving block.

    Yuni sudah menawarkan produk tersebut ke beberapa daerah. "Kemarin saya dari Palembang dan beberapa kabupaten di sekitarnya," tutur Yuni. Ia berencana menawarkan produk itu di beberapa daerah di Indonesia bagian timur dan tengah.

    Menurut Yuni, berbisnis memang menjadi sampingannya, selain menjadi penyanyi. "Saya pernah bisnis batu bara," ucap Yuni. Pelantun tembang kenangan itu merasa berbisnis selalu memberikannya sebuah tantangan baru.

    Namun Rudyatmo tidak begitu saja tergiur rayuan Yuni Shara. Rudyatmo mengaku ingin melihat keunggulan produk yang ditawarkan. "Kalau bisa, coba diaplikasikan dulu di sekitar Solo Technopark," katanya.

    Jika memang terbukti lebih unggul dan hemat dibanding cara konvensional, Rudyatmo berjanji akan menggunakan produk tersebut. "Jalan di daerah Mojosongo sudah perlu diperbaiki," ujarnya.

    AHMAD RAFIQ



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.