Film 'Mimpi Anak Pulau' Kisah Nyata Anak Batam 50 Tahun Lalu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan bermain ombak di Pantai Tanjung Pinggir, Batam, (25/12). Pada libur Natal ini, pantai dengan pemandangan gedung bertingkat Singapura itu dipadati ribuan pengunjung yang menikmati berbagai atraksi wisata dengan harga terjangkau. ANTARA/Joko Sulistyo

    Wisatawan bermain ombak di Pantai Tanjung Pinggir, Batam, (25/12). Pada libur Natal ini, pantai dengan pemandangan gedung bertingkat Singapura itu dipadati ribuan pengunjung yang menikmati berbagai atraksi wisata dengan harga terjangkau. ANTARA/Joko Sulistyo

    TEMPO.CO, Jakarta -Film "Mimpi Anak Pulau" produksi Nadienne Batam Production dan Studiopro 1226 Jakarta mengisahkan semangat anak daerah terpencil dalam mengejar pendidikan hingga menyeberang pulau.

    Film ini adalah adaptasi dari novel karya Abidah El Khalieqy yang terkenal lewat karyanya "Perempuan Berkalung Sorban".  "Film ini menceritakan tentang kehidupan dan perjuangan seorang anak di Pulau Batam, Kepulauan Riau, bernama Gani Lasa," kata Produser Eksekutif Mimpi Anak Pulau Indra Sudirman di Jakarta, Sabtu, 13 Agustus 2016.

    Gani Lasa adalah anak yatim yang hidup dengan keterbatasan di kampung pesisir pantai yang dihuni 40 keluarga. Selepas Sekolah Dasar, dia mengambil Pendidikan Guru Agama dan untuk itu dia harus mendayung sampan dari kampungnya ke Tanjung Pinang.

    Gani Lasa adalah satu di antara tiga sarjana pertama di Batam yang lahir dan besar di pesisir Nongsa Pulau Batam dan kini Gani sendiri telah menjadi pejabat di pulau itu. Film ini akan tayang 17 Agustus nanti sebagai bentuk perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia.

    "Saya berharap penonton dapat terinspirasi nilai-nilai perjuangan yang ada di dalamnya," kata Indra. Menurut Sutradara "Mimpi Anak Pulau" Kiki Nursiwan, lokasi syutingnya sengaja sesuai dengan tempat aslinya di Batam.

    "Pemeran anak-anaknya juga asli orang sana, kita casting penduduk lokal," kata dia. Film ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi orang tua agar mementingkan pendidikan. Film tersebut juga sesuai kisah nyata 50 tahun lalu sekaligus untuk memotivasi anak Indonesia untuk sekolah.

    Beberapa nama besar membintangi film ini, antara lain Ray Sahetapy, Ananda Faturrahman, Herdin Hidyat, serta aktor dan aktris Malaysia Dato Ahmad Tamimi, Mardiana Alwi dan aktor cilik asal Batam Daffa Permana.

    ALIA | ANTARA




     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Tanda Masker Medis yang Asli atau Palsu

    Saat pandemi Covid-19 seperti sekarang, masker adalah salah satu benda yang wajib kita pakai kemanapun kita beraktivitas. Kenali masker medis asli.