Anak Ismail Marzuki Berjualan Es, Bupati Dedi Beri Bantuan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kemeriahan pada pagelaran musik 100 Tahun Ismail Marzuki di Gedung Teater Jakarta TIM, Jakarta (24/5).  TEMPO/Nurdiansah

    Kemeriahan pada pagelaran musik 100 Tahun Ismail Marzuki di Gedung Teater Jakarta TIM, Jakarta (24/5). TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberi penghargaan kebudayaan kepada mendiang Ismail Marzuki. Penyerahan penghargaan kepada komponis dan pencipta lagu-lagu perjuangan itu bersamaan dengan acara Malam Anugerah Budaya 2016 di Balai Citra Resmi, Jalan Martadinata, Purwakarta, Senin malam, 15 Agustus 2016.

    Menurut Dedi, pemberian penghargaan kepada pencipta lagu Halo-halo Bandung itu karena beliau dinilai telah banyak menginspirasi anak bangsa agar tetap mencintai tanah leluhur.

    "Kita mengenal segala hal tentang kebesaran Indonesia, keindahan alam Indonesia, Indonesia yang bangsanya kuat, melalui lagu-lagu Pak Ismail Marzuki," ujar Dedi kepada Tempo, Senin siang.

    Dedi juga membantu ekonomi keluarga Ismail Marzuki yang kini hidup pas-pasan. "Kami juga ingin membantu ekonomi Ibu Rachmi Azizah, anak perempuan satu-satunya almarhum," ujarnya.
     
    Dedi mengaku telah mengirimkan undangan khusus kepada Rachmi yang kini tinggal di Sawangan, Kota Depok, pekan lalu, agar hadir di malam penganugerahan. "Alhamdulillah, Ibu Rachmi menyatakan kesediaannya datang ke Purwakarta," ucap Dedi.

    Menurut Dedi, sejak ditinggal Ismail Marzuki dan ibunya, Eulis Zuraedah, Rachmi mengontrak rumah dan berpindah-pindah tempat. Rumah tinggal milik keluarganya yang terakhir di Pondok Labu, Jakarta Selatan, dijual. Termasuk peralatan seni milik Ismail Marzuki yang ikut dilelang buat membiayai kehidupan sehari-hari keluarganya.

    Sekarang, ujar Dedi, Rachmi tinggal di sebuah rumah kontrakan di wilayah Sawangan, Depok. Pekerjaannya berjualan es. "Penghasilan tambahan hanya dari royalti para seniman Indonesia yang mengubah lagu-lagu ciptaan almarhum ayahandanya," ujar dia.

    Rencana pemberian penghargaan budaya yang diberikan Dedi membuat Rachmi terenyuh. "Kami bersyukur, ternyata masih ada tokoh muda yang peduli akan keluarga ayahanda Ismail Marzuki," katanya.

    Pemberian penghargaan terhadap seniman dan budayawan tersebut merupakan kedua kalinya dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Purwakarta. Tahun lalu, dua seniman dan budayawan Sunda, yakni Ki Dalang Asep Sunandar Sunarya dan Hidayat Suryalaga, terpilih menjadi yang pertama memperoleh penghargaan budaya tersebut.

    NANANG SUTISNA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.