Selasa, 20 November 2018

HUT RI, Efek Rumah Kaca Luncurkan 'Merdeka'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Konser band Efek Rumah Kaca yang bertajuk Sinestesia di Teater Besar jakarta, 13 Januari 2016. Sinestesia merupakan album baru Efek Rumah Kaca yang berisi enam lagu dengan judul war-warni pelangi. TEMPO/Frannoto

    Konser band Efek Rumah Kaca yang bertajuk Sinestesia di Teater Besar jakarta, 13 Januari 2016. Sinestesia merupakan album baru Efek Rumah Kaca yang berisi enam lagu dengan judul war-warni pelangi. TEMPO/Frannoto

    TEMPO.CO, Jakarta - Efek Rumah Kaca meluncurkan sebuah lagu baru berjudul Merdeka. Lagu yang berdiri sendiri dan tak ada dalam album mana pun itu dapat dibeli mulai 12 Agustus 2016. Videoklipnya juga sudah dapat dilihat di akun Twitter @efekrumahkaca.

    Lagu ini awalnya diciptakan untuk kompetisi video pendidikan yang digelar situs inibudi.org. Setelah kompetisi video usai, lagu itu pun dirilis bertepatan dengan momen kemerdekaan Republik Indonesia. Aransemennya digarap ulang. "Struktur penulisan lagunya kembali pada struktur awal musik ERK yang pendek dan langsung," kata vokalis Cholil Mahmud melalui siaran pers pada 12 Agustus 2016.

    Merdeka adalah materi lama yang ditulis pada 2006. Vokal utama dalam lagu ini bukanlah Cholil, melainkan Adrian Yunan yang juga menjadi penulis lirik. Suara trompet dan trombon mendominasi lagu serta ada kor di bagian akhir.

    Lagu ini mempertanyakan ulang kemerdekaan seperti apa yang sedang bangsa ini cari dan jalani. "Apakah kemerdekaan ini sudah membawa kita pada keadaan yang memanusiakan manusia," kata Adrian.

    Selain itu, layaknya lagu-lagu ERK sebelumnya, lagu ini pun sarat akan kritik sosial. Perlawanan ibu-ibu Kendeng atas pendirian pabrik semen dan kekerasan di Papua turut menjadi bahan bakar lagu ini.

    Video musik yang dapat dilihat di akun Twitter resmi ERK disutradarai oleh fotografer Anton Ismael. Pengambilan gambar dilakukan di Papua. 

    MOYANG KASIH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Sisi Gelap Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman

    Kasus pembunuhan Jamal Khasoggi yang diduga dilakukan oleh Kerajaan Arab Saudi membuat dunia menyorot empat sisi gelap Mohammed bin Salman.