Tulus Serahkan Donasi untuk WWF  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi Tulus saat konferensi pers konser mini JOOX LIVE di Lot 8 SCBD, Jakarta, 29 April 2016. TEMPO/Dini Teja

    Penyanyi Tulus saat konferensi pers konser mini JOOX LIVE di Lot 8 SCBD, Jakarta, 29 April 2016. TEMPO/Dini Teja

    TEMPO.COJakarta - Melalui program kampanyenya, #JanganBunuhGajah, penyanyi Tulus berhasil mengajak masyarakat peduli terhadap perlindungan gajah. Melalui program tersebut, Tulus menyerahkan sejumlah dana untuk diserahkan kepada WWF buat membeli peralatan alat pemantau keberadaan gajah.

    Acara penyerahan dana tersebut berlangsung di sela seminar gajah dalam rangka memperingati Hari Gajah Internasional di Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Salemba, Jakarta Pusat. “Ini baru sebagian dan penggalangan terus berlangsung karena target juga belum terpenuhi,” ujar Tulus saat menyerahkan donasi tersebut kepada perwakilan WWF Indonesia, Kamis, 11 Agustus 2016.

    Aksi penggalangan dana oleh Tulus ini merupakan wujud kepeduliannya terhadap keberadaan gajah yang terancam oleh perburuan liar dan kerusakan lingkungan. Kampanye oleh Tulus ini dilakukan setelah kematian gajah Yongki di Bukit Barisan Selatan. Gajah ini sebelumnya masuk klip video lagunya. Sebagai aksi simpati kepada Yongki dan keberadaan gajah-gajah lain yang terancam, Tulus lalu ikut terlibat dalam kampanye #JanganBunuhGajah tersebut.

    Dari kampanye itu, dia mengajak masyarakat menggalang dana melalui penjualan merchandise gajah. Hasil penjualan tersebut akan diserahkan kepada WWF untuk membeli kalung GPS guna mendeteksi keberadaan gajah-gajah Sumatera. Dia berharap, selain memberikan donasi, bisa menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk ikut peduli terhadap gajah.

    Koordinator kampanye hutan dan spesies terestrial WWF, Diah R. Sulistiowati, mengatakan donasi yang diserahkan Tulus dalam acara tersebut sebesar Rp 60 juta.  Menurut Diah, Tulus terus ikut mengusahakan donasi lagi. “Kami senang figur publik seperti Tulus peduli terhadap gajah dan lingkungan,” ucapnya.

    Menurut Diah, untuk pembelian kalung GPS, dibutuhkan Rp 25 juta tiap unitnya. Dana yang dibutuhkan buat mendeteksi keberadaan gajah ini cukup besar untuk banyak aktivitas. Dia mencontohkan untuk pemilihan gajah, pemasangan kalung, pemantauan. “Biaya operasionalnya yang lebih besar dan berkelanjutan,” katanya.

    DIAN YULIASTUTI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.