Cerita dari Portugal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Mariana diperkosa! Pelakunya, Gadelhas. Peristiwa yang terjadi di kawasan pantai nan sepi itu terus membekas dalam diri pelajar itu. Belakangan, Gadelhas ditangkap polisi karena tuduhan membunuh seorang perempuan. Hari pembunuhan itu bertepatan dengan waktu pemerkosaan terhadap Mariana. Gadelhas pun memberikan alibi bahwa pada saat pembunuhan berlangsung dia tengah memerkosa Mariana. Itu dilakukan agar terlepas dari tuduhan pembunuhan. Sebab, hukuman membunuh lebih berat daripada memerkosa. Suatu siang, Mariana dicegat seorang polisi saat pulang sekolah dan mempertemukannya dengan Gadelhas di sebuah mobil. Ia baru tahu lelaki itu dituduh membunuh dan hendak disidang. Maka ia pun mengaku tidak mengenal Gadelhas karena ia tahu hukuman membunuh lebih berat. Konflik ini terus bergulir yang diwarnai masalah keluarga Mariana, putusnya hubungan dengan sang pacar, dan berita bahwa Gadelhas sang pemerkosa menderita AIDS. Inilah cuplikan sederhana dari film Portugal berjudul A Passagem da Noite (2003) karya Lus Filipe Rocha. Film itu adalah satu dari film Portugal, yang diputar di Teater Utan Kayu, Minggu lalu. Ini menarik lantaran film Portugal sangat jarang ditemui di Indonesia, kalah dengan gencarnya beberapa film Eropa lain. "Ini karena perfilman Portugal produksinya memang sangat kecil," kata Lisabona Rahman, pengamat film. Menurut dia, dulu dalam satu tahun perfilman Portugal hanya memproduksi tujuh film. Setelah ada dukungan dari pemerintah dalam hal dana dan sebagainya, produksinya meningkat menjadi 12-15 film. Jumlah ini pun masih kalah jauh dibanding produksi film Indonesia belakangan ini. "Di Indonesia, produksi film per tahun bisa mencapai 40-50 judul," ujarnya. Tak pelak, orang Portugal yang menonton film berbahasa Portugis hanya 0,5-1 persen. Sisanya, 99 persen, menonton film berbahasa Inggris, sebagian besar dari Hollywood. Inilah yang membuat pemerintah Portugis merasa resah dan mengimbau dunia swasta agar membantu pergerakan dunia film Portugal. Dari penelusuran Lisabona, film masuk ke Portugal pada akhir abad ke-19. Perkembangan mulai terjadi sekitar 1920-an, tapi produksinya masih sangat sedikit dan dipengaruhi sinema dari Rusia, Jerman, dan Prancis. "Awalnya film di Portugal banyak sekali bergerak di bidang dokumenter, tapi menggarapnya seperti film cerita," katanya. Menginjak 1960, muncullah generasi baru, antara lain Fernando Lopez. Mereka yang sedikit ini memilih pergi ke Italia, Prancis, dan Jerman untuk magang produksi film. Mereka lalu kembali ke Portugal dan mulai berproduksi dengan tantangan yang berat. l ANDI DEWANTO

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapolri Keluarkan 11 Langkah dalam Pedoman Penerapan UU ITE

    Kepala Kepolisian RI Jenderal atau Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan pertimbangan atas perkembangan situasi nasional terkait penerapan UU ITE.