Lukman Sardi: Ada Kategori Tambahan di FFI 2016  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Eddie Cahyono mengangkat piala dalam dalam Malam Puncak Festival Film Indonesia (FFI) 2015, di Banten, 23 November 2015. Film Siti dinobatkan sebagai Film Terbaik, sekaligus menyabet penghargaan penulis skenario asli dan penata musik terbaik. ANTARA/Rosa Panggabean

    Eddie Cahyono mengangkat piala dalam dalam Malam Puncak Festival Film Indonesia (FFI) 2015, di Banten, 23 November 2015. Film Siti dinobatkan sebagai Film Terbaik, sekaligus menyabet penghargaan penulis skenario asli dan penata musik terbaik. ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.COJakarta - Aktor sekaligus Ketua Festival Film Indonesia (FFI) 2016 Lukman Sardi berencana menambah dua kategori dalam ajang penghargaan untuk perfilman Indonesia itu. 

    "Kategori akan ditambah, yakni soundtrack, dan kami lagi mencoba membuat kategori Best ASEAN Movie. Ini hal baik memiliki networking untuk internasional," ujar Lukman di Jakarta, Kamis, 21 Juli 2016.

    Kendati begitu, khusus untuk kategori Best ASEAN Movie, dia mengaku masih perlu membicarakannya lebih lanjut dengan berbagai pihak, termasuk mengundang pihak dari institusi film Australia untuk berbagi pengalaman. 

    "Kami lagi menghitung-hitung (waktu dan hal-hal lainnya). Mudah-mudahan bisa terlaksana. Kalaupun tidak tahun ini, semoga tahun depan bisa terlaksana," kata Lukman. 

    Dalam kesempatan yang sama, presenter sekaligus Ketua Bidang Penjurian FFI 2016 Olga Lydia mengatakan kategori Best ASEAN Movie bisa menjadi ajang bagi film-film Indonesia untuk ditonton juri dari luar negeri. 

    "Ini kesempatan film-film Indonesia ditonton juri dari luar negeri. Bulan depan, kami akan membicarakannya lebih lanjut," tutur Olga. 

    Selain kategori-kategori yang telah ada, sama seperti tahun sebelumnya, tahun ini ada lima jenis film yang dikompetisikan, yakni Film Bioskop, Film Pendek, Film Animasi Pendek, Film Dokumenter Panjang, dan Film Dokumenter Pendek.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.