Cerita Asal-Usul Syahrini Digelari 'Princess'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Syahrini berbincang dengan media dalam konferensi pers film animasi Finding Dory di Jakarta, 9 Juni 2016. Film ini akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 16 Juni 2016. TEMPO/Nurdiansah

    Syahrini berbincang dengan media dalam konferensi pers film animasi Finding Dory di Jakarta, 9 Juni 2016. Film ini akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 16 Juni 2016. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.COJakarta - Nama Syahrini selalu dikaitkan dengan istilah “Princess”. Banyak yang bertanya, kenapa istilah itu menjadi gelar tetap untuk Syahrini. Fashion stylist pribadi Syahrini, Caren Delano—yang jasanya juga kerap digunakan artis beken, seperti Krisdayanti dan Chelsea Olivia—mengatakan gelar “Princess” itu sesungguhnya panggilan sayang.

    “Syahrini selalu disandingkan dengan nama ‘Princess’ karena panggilan itu sebenarnya panggilan almarhum ayahnya untuk dia. Dia biasa dipanggil Princess oleh ayahnya," katanya.

    Menurut Caren, Princess ala Syahrini bukan sesuatu yang sengaja dikonsepkan atau dibangun. Ketika bergabung dengan tim Syahrini untuk mengarahkan penampilannya, Caren tak terlalu repot memikirkan konsep karena Syahrini sudah memilikinya.

    “Dia memang Princess dari cara berperilaku, berbicara, makan, sampai soal fashion. Sampai dimanjakan keluarga bak princess. Setelah aku mengobrol banyak, bekerja sama banyak dengannya, dalam style Syahrini selalu ada unsur princess-nya. Jadi tugas saya menginterpretasikan jiwa princess dalam penampilannya di panggung dan setiap acara," ucap Caren, yang sudah dua tahun menangani dan selalu mengikuti ke mana pun Syahrini pergi. Caren hanya mengubah sedikit penampilan Syahrini sejak 2014.

    “Tetap glam, tapi tidak mencolok dan tidak terlalu terkesan berat. Sekarang, untuk busana, dia lebih memakai yang serba polos, lalu dipadukan dengan aksesori atau headpiece. Saya berkiblat pada penampilan red carpet figur publik Barat, seperti Scarlett Johanson, Kylie Jenner, Kendall Jenner, dan Victoria Beckham. Dan sekarang saya banyak merekomendasikannya mengenakan gaun-gaun, rok-rok mermaid, atau berbuntut polos."

    Tatanan rambutnya juga lebih simpel. Syahrini tak mau lagi menggunakan tatanan rambut yang heboh, seperti pada 2010-2013, ketika muncul istilah “Jambul Khatulistiwa”, “Rambut Selat Sunda”, dan “Terowongan Casablanca”.

    “Kini lebih natural princess. Lihat gaya rambut Kate Middleton, misalnya, tatanannya natural, hanya banyak main di headpiece, topi. Karena Syahrini ini penyanyi, dia harus terlihat oke untuk kebutuhan kamera, memang headpiece-nya kadang agak ‘sesuatu’. Dan yang menarik, Teteh ini luar biasa. Dia mau dipakaikan crown berat juga enggak masalah. Dia kooperatif. Berani menggunakan busana yang artis lain enggak berani kenakan. Membuat dia cetar di atas panggung. Dia enggak pernah mengeluh, enggak pernah lelah, sekalipun saya kasih hiasan seberat 3 kilogram untuk rambut,” ucap Caren. 

    TABLOID BINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.