Tubuh Taylor Swift Kian Berisi, Fan Curiga dengan Dadanya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menurut Forbes, Taylor Swift berada sebagai artis wanita dengan penghasilan paling tinggi sepanjang tahun 2015 dengan mencetak US$170 juta atau Rp2,2 triliun lewat album 1989 berikut dengan tur dunianya. billboard.com

    Menurut Forbes, Taylor Swift berada sebagai artis wanita dengan penghasilan paling tinggi sepanjang tahun 2015 dengan mencetak US$170 juta atau Rp2,2 triliun lewat album 1989 berikut dengan tur dunianya. billboard.com

    TEMPO.CO, Los Angeles - Tahun lalu, penyanyi country asal Amerika Serikat, Taylor Swift, berdiri sendiri di karpet merah mengenakan jumpsuit putih. Saat itu tak ada kesan seksi yang dipancarkan meski ada bagian pakaian yang sedikit terbuka. 

    Tubuhnya tinggi semampai dengan bagian dada yang tak terlalu menonjol. Taylor Swift memang dikenal sebagai penyanyi yang murni “menjual” karya dan suara. Namun, setahun kemudian, publik dikejutkan dengan tampilannya barunya.

    Ditemani sang kekasih, Tom Hiddleston, Swift melangkahkan kaki di lokasi Billboard Music Awards di Las Vegas, Amerika Serikat, Mei lalu, menggunakan setelan pakaian merah dengan bagian perut terbuka. Perutnya terlihat kencang dan berotot.

    "Pada pekan yang sama, penyanyi 26 tahun ini terlihat mengenakan gaun mini corak bunga dengan bagian dada terbuka. Banyak yang mengira dia melakukan operasi plastik," tulis reporter Daily Mail, Victoria Ibitoye, seperti dilansir Dailymail.co.uk, Selasa, 12 Juli 2016.

    Sebelumnya, mantan kekasih disc jockey Calvin Harris ini juga pernah mengenakan gaun dengan bagian dada sedikit terbuka ketika menghadiri konser Selena Gomez beberapa pekan silam.

    Salah satu fan Swift mencuit di Twitter, "Aku rasa Taylor Swift melakukan operasi payudara sebelum album Red rilis, lalu ia melakukannya lagi pada masa transisi hubungannya dari Calvin ke Tom."

    DINI TEJA | DAILYMAIL.CO.UK



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.