Grup Bottlesmoker Rilis Mini Album 'Polarity'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bottlesmoker. facebook.com

    Bottlesmoker. facebook.com

    TEMPO.COBandung - Grup musik asal Bandung, Bottlesmoker, membuat karya terbaru pada mini album berjudul Polarity. Peluncuran album berisi enam lagu tersebut sekaligus merayakan Netlabel Day 2016 tiap 14 Juli. Album tersebut bakal dibagikan secara gratis lewat Internet.

    Lewat mini album Polarity, Bottlesmoker yang terdiri atas Anggung Suherman alias Angkuy dan Ryan Nobie mengisahkan dualisme kehidupan. Teman sebaya berusia 30 tahun itu memaknai pasangan yang juga hal berlawanan dalam keseharian hingga dirasakan pada lingkup yang luas di alam semesta. Sebanyak tiga lagu menggambarkan suasana mikro, sementara sisanya soal dualisme secara makro.

    Lagu Pluviophile atau pemuja hujan berada pada urutan teratas, kemudian Batara Pandita yang mengisahkan alam dan budaya di Indonesia. Setelah Anima pada urutan lagu berikutnya, muncul lagu Pararaton yang berasal dari judul kitab kuno tentang legenda Ken Arok dengan kisah intrik seputar perebutan kekuasaan hingga mempertahankannya.

    Seperti dua lagu lain pada album itu, East Indies dan Matel, Bottlesmoker menggaet vokalis untuk tiga lagu. Uniknya, penyanyi tersebut adalah kawan serta penggemar dengan nama alias Sunshine Primo, CJ, dan Kronutz. “Proses ini jadi sesuatu yang baru bagi kami, dan kami ketagihan,” kata Nobie dalam siaran pers, Rabu.

    Mini album Polarity akan dirilis via Ripstore Asia dan bisa diunduh serentak pada 14 Juli 2016. Menurut Angkuy, mereka menyiapkan khusus album baru itu untuk merayakan Netlabel Day. “Bagaimana pun kondisi Netlabel di Indonesia sekarang ini, kami perlu menunjukkan lebih jauh tentang prinsip berbagi musik yang kami jalankan ini, dan Netlabel Day adalah salah satu jalannya,” ujar Angkuy.

    Netlabel Day dirintis sebuah label rekaman musik independen asal Cile, M.I.S.T. Records, pada 14 Juli 2015. Perayaan tahunan itu menghimpun jaringan label rekaman independen di seluruh dunia untuk berpartisipasi lewat Internet. Tujuannya untuk menampilkan musik independen (indie) terbaik sekaligus menyokong musikus indie dari penjuru dunia.

    Dari situs http://netlabelday.blogspot.co.id/, panitia akan merilis musik-musik indie dari semua ragam corak secara gratis dengan format terbaik. Dari Indonesia, ada empat label indie yang bergabung, yakni Yes No Wave, Rumah Teman Recs, Barokah Records, dan Ripstore Asia.

    ANWAR SISWADI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.