Filmnya Dibajak, Manoj Punjabi Minta Bioskop Tegakkan Aturan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden ke-3 Republik Indonesia, BJ Habibie berbincang dengan produser film Manoj Punjabi dalam konfrensi pers film Rudy Habibie di Jakarta, 24 Maret 2016. TEMPO/Nurdiansah

    Presiden ke-3 Republik Indonesia, BJ Habibie berbincang dengan produser film Manoj Punjabi dalam konfrensi pers film Rudy Habibie di Jakarta, 24 Maret 2016. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Baru-baru ini film Rudy Habibie dibajak oknum tertentu. Merasa dirugikan, produser film Rudy Habibie, Manoj Punjabi, meminta bioskop mempertegas lagi peraturan yang telah dibuat.

    "Mereka (orang yang merekam) enggak salah karena mereka enggak tahu. Maka dari itu pihak bioskop harus bantu. Yang bisa kami imbau adalah bioskop bisa lebih strict," kata Manoj saat ditemui seusai konferensi pers ihwal pembajakan film Rudy Habibie di gedung MD Place, Kuningan, Jakarta, Senin, 4 Juli 2016.

    Hal senada juga disampaikan sang sutradara, Hanung Bramantyo. Ia menyayangkan pihak bioskop yang seolah mempersilakan penonton untuk merekam. "Kok enggak ada teguran? Padahal itu pasti kelihatan," kata Hanung.

    Jangankan merekam, lanjut Hanung, "Naikin kaki ke kursi aja kelihatan kan. Harusnya pihak bioskop lihat itu."

    Manoj menambahkan, dalam pembuatan trailer saja ia sangat berhati-hati, "Karena ada banyak adegan penting yang akan menjadi kejutan di filmnya," ujar Manoj. Namun, dengan adanya rekaman-rekaman yang disebar dalam media sosial, pihaknya merasa dirugikan.

    Manoj melanjutkan, tak hanya pihak produser tapi juga calon penonton yang akan menonton film tersebut karena mereka telah disuguhi spoiler. "Jadi saya harap bioskop makin ketat. Film ini mahal bikinnya. Bukan hanya masalah uangnya tapi juga effort-nya," ujarnya.

    DINI TEJA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.