Penyanyi Perempuan Berebut Pasar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Penyanyi perempuan unjuk gigi: berebut pasar. Kisaran waktu satu bulan ini sejumlah penyanyi itu berlomba mengeluarkan album baru. Ada yang benar-benar semua lagu baru, ada pula yang menyisipkan pula dengan lagu-lagu lama. Jenis musik yang mereka bawa tetap berkisar pada pop dengan beberapa sentuhan jazz dan rock ringan.Rabu malam lalu, misalnya. Penyanyi Syaharani meluncurkan album baru, Buat Kamu, di Pisa Cafe Mahakam, Jakarta. Ia menggandeng beberapa musisi macam Doni Suhendra dan Achmad "Didit" Fared (Evo). Kelompok pekerja musik ini pun membawa nama Syaharani and the Queenfireworks. "Saya memainkan pop yang ringan tanpa menghilangkan jati diri yang melekat," kata Syaharani. Jati diri dimaksud, tentulah, warna jazz dalam lagunya. Sebab, ia memang dikenal sebagai penyanyi jazz. Jadi dalam album ini pun tidak melulu disuguhi pop. Beberapa tembang tetap berbau jazz, bahkan rock. Tapi musisi jazz kugiran Benny Likumahuwa melihat vokal Syaharani cenderung ke rock dalam album yang memuat sepuluh lagu itu. Tidak hanya itu, penyanyi kelahiran Batu, Jawa Timur, 27 Juli 1971, ini juga bereksperimen dengan bunyi bahasa Indonesia, Inggris, dan Brasil sebagai ditreatment seperti instrumen musik. Eksperimentasi ini cukup enak didengar, meskipun tidak mengerti makna kata-kata yang diucapkan. Sebab, ia memainkan diksi menjadi irama lagu. Bukan cuma Syaharani. Penyanyi yang lama tidak muncul, Rita Effendi, baru-baru ini meluncurkan album barunya. Albumnya diberi tajuk Sendiri. Rita masih bermain dalam kisaran pop yang mendayu, walau ada dua lagu dalam album ini memiliki tempo yang upbeat. Dengar saja, misalnya, tembang Bintang di Atas Langitku dan Malam Indah. Rita mengunggulkan satu tembang dalam album ini, yakni Sendiri--yang diaransemen oleh Addie M.S. "Nggak sia-sia nungguin lagu ini diaransemen," ucapnya. Tapi, dalam album itu, Rita menyertakan pula lagu lama: Menepis Bayang Kasih.Penyanyi Ruth Sahanaya (Uthe) pun tak mau ketinggalan. Bulan lalu, ia mengeluarkan album baru Jiwaku. Uthe melibatkan Erwin Gutawa dalam albumnya. Secara tidak langsung persaingan menciptakan tembang berkualitas ditawarkan kepada publik. "Jiwaku ini lagu pop, agak jazzy, dan ada warna orientalnya," ujar Uthe.Dalam album Uthe itu juga terselip pula lagu lama, antara lain Camar yang Pulang dan Layu Sebelum Berkembang. Ada lagi: duo Ratu, Maia dan Mulan, juga meluncurkan album baru, No Satu. Album ini telah beredar di pasar sejak 22 Mei lalu. Single hitnya, Teman tapi Mesra dan Lelaki Buaya Darat, duduk manis dalam album itu. Ada sebelas lagu yang ditampilkan dalam album Ratu tersebut.Terakhir, Yuni Shara dikabarkan dalam sebuah tayangan infotaintment akan meluncurkan album baru. Tembang dalam album itu ia ciptakan sendiri sekaligus dinyanyikannya. Itu karena Yuni merasa kreativitasnya kurang berkembang dengan tembang lama yang sebelumnya ia bawakan. Langkahnya meluncurkan album rock bersama grup Allakazhaam pun kurang begitu terdengar gaungnya. Satu hal pasti: lagu-lagu para penyanyi itu akan bersaing bebas di pasar. Andalah, para penikmat musik dan penggemarnya, yang menentukan siapa jawaranya. l ANDI DEWANTO

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.