Untuk Pengidap Kanker, Andien Kumpulkan Sepatu Selebritas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi Andien mmbawakan lagu Moving On dalam konser Yonder Music All Star Live di Tennis Indoor Senayan Jakarta, 23 Mei 2016. TEMPO/Nurdiansah

    Penyanyi Andien mmbawakan lagu Moving On dalam konser Yonder Music All Star Live di Tennis Indoor Senayan Jakarta, 23 Mei 2016. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.COJakarta - Penyanyi Andini Aisyah Hariadi atau dikenal dengan Andien memiliki cara sendiri untuk mengisi bulan Ramadan tahun ini.

    Pelantun Bisikan Hati ini mengumpulkan 200 pasang sepatu kesayangan para selebritas Indonesia untuk mengikuti program sosial #berSHOEkur"Semua yang disumbangkan adalah sepatu laik pakai dan benar-benar kesayangan mereka," kata Andien di Jakarta, Minggu, 26 Juni 2016.

    Andien berhasil mengumpulkan sepatu dari sederet nama selebritas terkenal, seperti Raisa, Yuni Shara Titi DJ, Krisdayanti, dan Dian Sastrowardoyo. Bahkan juga dari Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

    Penyanyi jazz Indonesia ini menyebutkan seorang selebritas bahkan rela menyumbang sepatu dengan merek terkenal seharga sekitar Rp 15 juta untuk dilelang pada program tersebut.

    Menurut Andien, tak sulit mengajak orang-orang terkenal di Indonesia tersebut untuk ikut peduli dengan bersedekah. Namun memilih sepatu mana yang akan disumbangkan menjadi tantangan sendiri bagi para selebritas. 

    "Kebayang bingungnya ada di depan lemari sepatu dan memilih mana yang harus disumbangin. Tapi, kalau soal sedekah, mereka gampang diajaknya," ujarnya.

    Hingga Minggu sore, program tersebut berhasil mengumpulkan dana sekitar Rp 140 juta dari hasil lelang sepatu tokoh terkenal Indonesia tersebut secara online. Hasil dari lelang tersebut seluruhnya akan disumbangkan kepada empat rumah singgah kanker di Indonesia dan satu yayasan kanker di Jakarta.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.