Sengketa Ian Kasela-Happy Puppy, Gitaris Radja Jadi Saksi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Bismo Agung

    TEMPO/Bismo Agung

    TEMPO.COSurabaya - Gitaris Radja, Moldy, memberi keterangan sebagai saksi kasus sengketa hak cipta antara vokalis Ian Kasela dan Happy Puppy di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa, 21 Juni 2016. 

    Mengenakan kaus hitam, celana cokelat, dan tanpa melepas kacamata, Mouldy memberikan keterangan seputar dugaan pelanggaran yang dilakukan rumah karaoke Happy Puppy. “Kami mencari kebenaran, bukan pembenar,” kata Moldy kepada ketua majelis hakim Haryanto.

    Mouldy menerangkan, lagu-lagu Radja diadopsi Happy Puppy tanpa izin. Menurut dia, pelanggaran yang dilakukan Happy Puppy tidak hanya sebatas mencuri, tapi juga merekayasa. Mouldy mencontohkan, lagunya yang berjudul Parah sudah diedit, diberi merek dan diedarkan di beberapa outlet karaoke. “Hak ekonomi kami dilanggar,” ujar Mouldy.

    Santoso, bos Happy Puppy yang datang di persidangan, menolak diwawancarai wartawan. Kuasa hukum Santoso, Sahat Sidabuke, menilai keterangan Moldy mengada-ada. Menurut Sahat, Moldy tidak bisa menunjukkan struk lagu yang pernah diputar Happy Puppy. 

    Apalagi, kata Sahat, Moldy selalu menekankan masalah mechanical right. Menurut Sahat, mechanical right yang dipermasalahkan secara hukum adalah video asli. Sedangkan yang dipakai ini merupakan video yang dibuat badan usaha kreatif dengan memiliki izin tersendiri untuk perusahaan karaoke. “Kalau mechanical right berarti masalah karyanya sendiri,” kata Sahat.

    Sahat berujar, seluruh royalti buat Radja sudah dibayarkan ke Yayasan Karya Cipta Indonesia (YKCI). Jika Radja menuntut, kata Sahat, seharusnya grup band itu meminta kepada YKCI, bukannya mempermasalahkan kliennya.

    Sengketa tersebut berawal saat Ian Kasela melaporkan lima rumah karaoke ke Mabes Polri pada 3 Januari 2016. Rumah karaoke yang dilaporkan ialah NAV, Inul Vizta, Charlie Family, Happy Puppy, dan Diva. Ian menilai rumah-rumah karaoke itu melanggar Pasal 72 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta. 

    SITI JIHAN SYAHFAUZIAH


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.