Lola Amaria Kini Tekuni Bisnis Restoran  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lola Amaria. Dok. TEMPO/Nickmatulhuda

    Lola Amaria. Dok. TEMPO/Nickmatulhuda

    TEMPO.COJakarta - Sineas Lola Amaria kini tengah serius menekuni bisnis restoran. Launching Nasi Pedas Cipete jadi tonggaknya.

    "Berawal dari hobi memasak, saya putuskan untuk menyalurkan hobi dengan membuka sebuah rumah makan yang berkonsep rumahan," kata Lola di Cipete, Jakarta Selatan, Senin, 13 Juni 2016.

    Menurut Lola, dia mempersiapkan restoran ini selama setahun. Lalu pada Februari 2016, restoran yang diberi nama Nasi Pedas Cipete dibuka untuk pertama kali. "Antusiasmenya bagus meskipun promosi yang baru dilakukan hanya lewat media sosial," katanya.

    Lola menyajikan tiga menu nasi yang jadi andalan restorannya, yaitu nasi kunyit, kencur, dan kluweng. Bermula dari iseng, memanfaatkan bahan yang ada, dia menciptakan resep nasi dan lauk kaya rempah. "Saat makan rawon, saya mikir kluweng ini pasti tidak hanya bisa untuk kuah rawon saja. Lalu saya coba kreasikan di nasi sebagai pengganti tinta cumi dan ternyata enak," katanya.

    Menurut Lola, mayoritas menu di restoran tersebut merupakan hasil kreasinya. "Resep untuk menu utama memang dari saya. Tapi untuk beberapa hal yang sudah umum, seperti tumis pare, rasanya koki pasti tahu gimana cara membuatnya," ujarnya.

    Demi menciptakan menu dan takaran yang pas. Selama setahun Lola banyak menghabiskan waktu di pasar dan dapur. Dia memilih sendiri bahan-bahan yang digunakan untuk menciptakan resep andalan. "Jadi pukul 05.00 saya sudah belanja ke Pasar Mayestik, lalu pukul 09.00 mulai masak," katanya.

    Untuk menemukan takaran yang pas dan cita rasa yang seimbang, ia berulang kali bereksperimen dengan dua kokinya. Misalnya, kata dia, untuk menentukan komposisi sambal matah yang sempurna antara cabai dan bumbu utama seperti batang serai. Sebab, jika salah satu komponen terlalu banyak, akan mengurangi rasa sedapnya.

    Lola mengatakan, dengan menekuni bisnis ini, bukan berarti dia meninggalkan dunia perfilman. Menurut dia, menjalankan bisnis restoran mirip seperti mengelola film. "Prosesnya hampir sama dan saya menikmati keduanya," tuturnya. Tapi saat ditanya apakah akan membuat film tentang dunia kuliner, dia menjawab, "Belum kepikiran."

    DINI PRAMITA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.