80 Penyair dari 8 Negara Akan Bertemu di Banda Aceh  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Museum Tsunami, Banda Aceh, Senin (16/4). TEMPO/ Agung Pambudhy

    Museum Tsunami, Banda Aceh, Senin (16/4). TEMPO/ Agung Pambudhy

    TEMPO.CO, Banda Aceh - Sekitar 80 penyair dari delapan negara akan bertemu di Kota Banda Aceh pada 15-18 Juli 2016. Acara bertajuk “Temu Penyair 8 Negara” itu digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, yang bekerja sama dengan Lapena (Intitut Kebudayaan & Masyarakat) Aceh. Rencananya, penyair yang didatangkan berasal dari Iran, Korea Selatan, Mexico, Jepang, Thailand, Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Indonesia.

    Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Reza Fahlevi mengatakan temu penyair ini merupakan wadah silaturahmi. Acara ini juga digelar agar para penyair dapat merekam suasana kedamaian Aceh pascakonflik, situs kebudayaan, jejak tsunami, dan keindahan alam. “Temu Penyair 8 Negara penting dalam usaha membangun semangat sastra bagi penyair Aceh dan Nusantara,” kata Reza Fahlevi dalam rilis yang diterima Tempo, Minggu malam, 12 Juni 2016.

    Pesta penyair ini merupakan upaya untuk rekonstruksi peradaban di bidang seni budaya, khususnya dunia kepenyairan. Rangkaian acaranya meliputi seminar internasional, peluncuran buku antologi puisi tunggal karya peserta, bedah buku, apresiasi dan ekspresi karya, citytour, serta ziarah budaya di Banda Aceh dan Aceh Besar.

    Koordinator acara, Helmi Hass, menjelaskan, acara dipersiapkan sejak awal April 2016. Kini persiapan hampir rampung. “Untuk peserta dari luar sudah kami finalkan. Kini hanya tinggal mengundang  peserta dari Aceh,” ucap Helmi, yang juga Direktur Eksekutif Lapena.

    MUSTAFA ISMAIL


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.