Jumat, 16 November 2018

Warkop DKI Lahir Kembali  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelawak Warkop (dari kiri) Kasino, Dono, dan Indro, di Jakarta. Dok. TEMPO/Syafrial Arifin

    Pelawak Warkop (dari kiri) Kasino, Dono, dan Indro, di Jakarta. Dok. TEMPO/Syafrial Arifin

    TEMPO.CO, Jakarta - “Jangkrik boss!” Celetukan tersebut pasti tak asing bagi penggemar grup komedi Warkop DKI. Apalagi bagi mereka yang sudah menonton film Chips (1982). Bagi sutradara Anggy Umbara, “jangkrik boss” adalah salah satu jargon Warkop yang terkenal. “Banyak yang tahu jargon ini, tapi banyak yang enggak tahu dari mana,” ucap Anggy saat ditemui di kantor Falcon Pictures,  Duren Tiga Raya, Jakarta, Rabu, 9 Juni 2016.

    Jargon tersebut diangkat sebagai bagian dari judul film Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1. Disuguhkan sajian komedi layaknya film yang pernah dimainkan Dono, Kasino, dan Indro pada 1980-1990-an.

    Menghadirkan kembali Warkop DKI bagi Anggy, sutradara, bukanlah sebuah tantangan. Ia lebih menganggap momen ini sebagai penghargaan untuk memperkenalkan Warkop DKI lebih luas, khususnya ke kalangan anak muda. “Warkop (adalah) sebuah legenda, harta karun bangsa ini. Hiburan yang punya isi dalam sisi sentilan sosial-politik yang kita kangen satirnya,” ucap sutradara Comic 8 tersebut.

    Menurut Anggy, menghadirkan kembali Warkop DKI bukan berarti menggeser atau menggantikan sosok Indro serta almarhum Dono dan Kasino. Tiga komedian tersebut, menurut dia, adalah tokoh yang berkarakter dan tak mungkin tergantikan. “Sebuah fase baru. Ini warisan dari Warkop DKI.”

    Film itu diperankan oleh Abimana Aryasatya sebagai Dono, Vino G. Bastian sebagai Kasino, dan Tora Sudiro sebagai Indro. Warkop DKI Reborn rencananya diputar di bioskop pada September 2016.

    AISHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.