Antusiasme Membeludak, IFI Tayangkan Lagi Film Prenjak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Movie maker film pendek Prenjak, (ki-ka) Hendricus Pria, Rosa Winenggar, Ersya Ruwandono, Wregas Bhanutedja dan Yohanes Budyambara berfoto bersama saat menghadiri konfrensi pers di XXI Cinema Plaza Senayan Jakarta, 27 Mei 2016. TEMPO/Nurdiansah

    Movie maker film pendek Prenjak, (ki-ka) Hendricus Pria, Rosa Winenggar, Ersya Ruwandono, Wregas Bhanutedja dan Yohanes Budyambara berfoto bersama saat menghadiri konfrensi pers di XXI Cinema Plaza Senayan Jakarta, 27 Mei 2016. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.COJakarta - Institut Prancis di Indonesia (IFI) akan memutarkan kembali film pendek pemenang Leica Award pada pekan kritik Festival Film Cannes, Prenjak, pada Kamis, 9 Juni 2016. Pemutaran kembali film karya Wregas Bhanuteja ini dilakukan karena antusiasme penonton yang cukup besar pada pemutaran pertama pekan lalu.

    “Karena Kamis pekan lalu banyak yang kehabisan tiket, jadi mereka yang belum bisa menonton bisa menonton besok,” ujar Atase Pers IFI Dwi Setyowati kepada Tempo, Selasa, 7 Juni 2016.

    Dwi menjelaskan bahwa keinginan para penikmat film karya Wregas Bhanuteja ini cukup besar. Dengan demikian, mereka memberikan kesempatan bagi mereka untuk menonton film tersebut. Auditorium yang berkapasitas kurang-lebih 200 kursi itu tak mampu menampung calon penonton. “Banyak yang sudah antre kecewa tidak mendapat tiket,” katanya.

    Wregas memenangi penghargaan tersebut dalam rangkaian Festival Film Cannes di Cannes, Prancis, pada Mei lalu. Film pendek sepanjang 12 menit ini mampu memukau dewan juri dan menetapkannya sebagai pemenang. Sebuah film sederhana tapi mampu mengolah persoalan dengan tajam dibumbui komedi satire dari seorang perempuan bernama Diah.

    Seperti pada pemutaran pekan lalu, selain Prenjak, IFI akan memutarkan beberapa karya Wregas, yakni Senyawa, Lemantun, Lembusura, dan The Floating Chopin. Tak hanya Prenjak yang menorehkan prestasi, film Lembusura sempat masuk Festival Film Berlinale tahun lalu dan The Floating Chopin ikut dalam Festival Film Hong Kong dua bulan lalu. 

    DIAN YULIASTUTI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.